JAKARTA SBSINews – Tabloid Mingguan D’Borgol telah usai melaksanakan pelatihan dan pendidikan jurnalis terpakai selama tiga hari sejak Jum”at hingga Minggu (29/11 – 1/12) di Rumah Kedaulatan Rakyat Jl. Guntur No. 49 Setiabudi Jakarta Selatan.

Keberpihakan Tabloid Mingguan D’Borgol pada rakyat memang tidak cuma harus diimplementasikan dalam upaya penyadaran, pemberdayaaan dalam menggamit kesejahteraan yang berkeadilan untuk rakyat yang lebih beradab. Karena itu materi seputar masalah kebangsaan disampaikan Sophian Kasim SH. MH tokoh aktivis dan praktisi hukum.

Bang Sophian, demikian alumnus Universitas Hasanudin Makassar ini akrab dipanggil, memapar watak dan sikap media yang harus berpihak secara jelas kepada rakyat. Karena dengan begitu essensi ibadah itu bisa diwujudkan sekaligus dalam menekuni profesi jurnalistik.

Oleh karena itu, media apapun bentuknya termasuk online harus melakukan pembebasan sebagaimana sosialisme menemukan kemerdekaan Indonesia. Karena sosialisme itu tampil untuk menghadang kapitalisme bersama rakyat dari berbagai suku dan berbagai agama tanpa diskriminasi.

“Itu sebabnya saya katakan orang-orang sosialislah yang merumuskan Pancasila dan UUD 1945 serta memiliki cita-cita kemerdekaan serta mau berkeringat untuk berjuang untuk rakyat”, kata Bang Sophian Kasim.

Sosialisme itu pilihan sadar para pejuang dan pokoh kemerdekaan kita untuk melawan kapitalisme Belanda yang dibawa oleh VOC. “Dan kesenjangan yang terjadi di negeri kita sekarang ini penyebab utamanya adalah kapitalisme” tandasnya.

Lantaran kapitalisme dengan segenap anak turunannya — kolonialisme, imperialisme hingga neo-─║iberalisme yang ada di Indonesia ini sekarang– adalah biang pembuat kerusakan negeri kita.

“Jadi mengubah UUD 1945 dan mengabaikan Pancasila itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita luhur bangsa Indonesia, sebagaimana cita-cita sosialisme itu”, katanya.

Karena sosialisme itu pun sesungguhnya yang menjaga komposisi keberagaman suku bangsa dan agama kita di Indonesia.

Pada sessi terakhir pelatihan dan pendidikan jurnalis terpakai ini, Sabtu malam 30 November 2019, sebelumnya tampil juga pemateri Suta Widhya, Muslim Arbie dan Jacob Ereste. Hingga pada hari Minggu 1 Desember 2019 peserta pelatihan jurnalis terpakai langsung praktek ke lapangan meliput kondisi nelayan di pantai Utara Jakarta yang menjadi korban penggusuran bukan cuma tempat tinggal mereka, tetapi juga laut yang menjadi tumpuan nelayan yang malang itu mencari nafkah.

Yudhi Chaniago peserta dari Gerakan Bhakti Cendana Jakarta Selatan menyatakan rasa gembira karena dapat mengikuti pelatihan dan pendidikan jurnalistik terapan ini. “Sebab kami di GBC (Gerakan Bhakti Cendana) Jakarta Selatan juga sedang mempersiapkan media cetak dan media online untuk menjadi pilar penopang organisasi” kata Yudhi Chaniago.

Semua peserta pelatihan dan pendidikan jurnalis terpakai ini imbuh M. Nur Lapong selaku penyelenggara dan Direktur LBH Firjis, akan diberi kesempatan dan kebebasan bergabung atau tidak bergabung dengan Tabloid De’Borgol. Karena yang penting hendak dicapai oleh De’Borgal mencetak kader untuk membangun kesadaran dan pemberdayaan rakyat yang sejahtera dan berkeadilan, tandasnya. (Jacob Ereste)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here