Sikap Presiden Jokowi yang diam saat lawan politik dan orang-orang sok tau menyerang dengan keberadaan proyek mobil Esemka. Orang-orang pekok itu menganggap bahwa mobil esemka adalah ambisi Jokowi untuk mendongkrak popularitas. Padahal Jokowi sedang berusaha menyelamatkan sebuah proyek ambisius yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.

Terlepas bagaimana dan tehnologi apa yg akan diterapkan pada mobil Esemka, kita harus cari tau dulu siapa, kapan dan bagaimana proyek Esemka itu dimulai. Masyarakat hanya tau bahwa Esemka adalah proyek mobil nasional padahal Esemka adalah sebuah proyek yg tujuannya memberdayakan kemampuan anak bangsa (siswa SMK) yg digagas oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan Dirjen Dikdasmen pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Pendidikkan saat itu adalah Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh

Proyek Esemka yang dimulai tahun 2007 itu, bukan hanya ingin membuat kendaraan roda 4 berlabel ‘Mobil Nasional’ tapi ingin juga mengembangkan tekhnologi industri melalui kemampuan siswa-siswi SMK sesuai jurusannya seperti tehnologi otomotif, mesin dan perkakas, elektronik/komputer, Wood Working dan Peralatan Elektronik Rumah Tangga.

Untuk menunjang kegiatan siswa tersebut, pihak Depdikbud merangkul perusahaan-perusahaan sebagai mitra industri seperti Zyrex, Lintop dan Advan untuk Computer, Ahmadi Mesin untuk perkapalan, Agrindo untuk mesin pertanian, Kanzen untuk kendaraan roda dua serta PT AIK dan Jinbei untuk roda empat.

Setelah bisa merangkul mitra industri dan membuat prototype dari masing2 jurusan, Pemerintahan periode ke-2 SBY (2009) melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikannya sebagai PROGRAM 100 HARI untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan.

Proyek Esemka ini disebar keseluruh Indonesia dan melibatkan banyak Sekolah Menengah Kejuruan sesuai jurusan yg terdapat di SMK2 tersebut. Seperti
Computer
– SMKN 2 Sleman
– SMKN 1 Madiun
– SMKN 4 Bandung
– SMKN 1 Metro Lampung
– SMKN 26 Jakarta

Industri Perkapalan
– SMKN 1 Buduran Sidoarjo

Otomotif roda 4
– SMK Muhammadiyah 2 Magelang
– SMK Warga Solo

Otomotif roda 2
– SMKN 4 Jakarta
– SMKN 5 Salatiga
– SMKN 2 Pintianak

Pada saat itu, Jokowi sebagai Walikota Solo memberikan dukungan penuh terhadap proyek Pemerintah Pusat ini. Selain karena proyek mobil Esemka dilakukan di kota Solo, di kota inilah embrio mobil Esemka dilahirkan.

Sebuah bengkel yang bernama Sukiyat Motor, sudah lama memberikan pelatihan pada siswa-siswi SMK Warga Solo. Dibawah bimbingan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Heru Raharjo, siswa-siswi itu belajar bagaimana melakukan perakitan dan membuat bodi kendaraan. Melihat kemampuan tersebut Direktur Pembinaan SMK saat itu, Joko Sutrisno, mengajak Bapak H. Sukiyat (Pemilik Sukiyat Motor) terlibat dalam proyek Esemka bidang otomotif roda empat.

Sebagai Walikota, Jokowi seolah dijadikan ikon untuk untuk mengangkat nama mobil berlabelkan ‘Nasional’ yg baru lahir tersebut. Namun saat proyek tersendat, Jokowi menjadi bulan-bulanan hinaan masyarakat yang terlanjur meremehkan kemampuan mobil ini. Sementara Pemerintah Pusat saat itu, diam dan membiarkan masalah yang dihadapi Mobil Esemka.

Di negara yang ingin industrinya maju, Pemerintah harus terlibat penuh untuk mensukseskan proyek industri nasional. Pemerintah Malaysia ikut terlibat kelahiran Proton, begitu juga Korea Selatan. Tapi saat proyek Esemka bergulir, Pemerintah Indonesia saat itu seperti setengah hati menjalankannya. Diperparah sikap apatis masyarakat yg terbiasa mengagungkan produk yang sudah dikenal.

Jokowi adalah juru selamat untuk proyek mobil Esemka tapi beliau justru diserang oleh kelompok pembenci bahkan politisi buta tekhnologi ikut mencela apa yang dilakukan oleh putera-putri bangsa.

Diantara semua proyek Esemka yang diwarisakan pemerintah SBY, hanya mobil Esemka lah yang gaungnya masih terdengar. Proyek-proyek lainnya seperti Motor Esemka, Kapal Esemka, Computer Esemka dll tenggelam tanpa berita, sementara sebuah proyek pasti memiliki anggaran.

Kenapa kelompok yang selalu nyinyir terhadap mobil Esemka tidak menanyakan kepada Bapak SBY dan Bapak Mohammad Nuh, bagaimana realisasi proyek Esemka lainnya..??

Salam logika dan akal sehat

SUMBER : DETIK.COM

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here