Tingginya curah hujan sepekan terakhir ini mengakibatkan peristiwa bencana alam Banjir dan tanah longsor terjadi pada hari, Rabu 13 Januari 2021, sekitar pukul.17.00 Wita, di dua Desa yaitu Desa Kalimbua dan Desa Riso. KecamatanTapango Kabupaten Polewali Mandar .

Banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Tapango mengakibatkan sungai meluap, berdampak material longsor dari tanah berlumpur, bebatuan hingga batang pohon, kerusakan dibeberapa rumah warga disekitar lokasi bencana, selain itu beberapa ruas yang ditutupi oleh material longsor.

Selain pemukiman masyarakat hancur diterjang banjir , longsor pun menutup akses jalan menuju Desa Kurrak . Akses lalu lintas jembatan gantung terputus. 2 sarana jembatan dan 5 rumah penduduk rusak total , Lima rumah penduduk mengalami rusak parah 2 diantaranya rata dengan tanah. Tidak terdapat Korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hari Kamis pagi, 14 Januari 2021 Andi Ibrahim Masdar Bupati Polewali Mandar bersama tim Gabungaan terdiri dari BPBD, Dinas PUPR, Dinkes, Dinas PMD , TNI- Polri, Satpol –PP, PMI, Karang taruna, Pemerintah Kecamatan Tapango turun langsung mengikuti aksi tanggap bencana di lokasi bencana. Banjir dan Lonsor . Tim bersama masyarakat gotong royong membersihkan sisa banjir dan longsoran yang menutupi i badan jalan. Pemerintah Kabupaten menurunkan 2 armada Alat berat untuk penanganan material lonsoran.
Di kesempatan ini, Bupati beserta tim gabungan ikut serta terjun langsung membersihkan sisa banjir.

“ kita bersama sama dandim, Brimob elemen masyarakat Desa kita bersihkan sisa banjir hari ini, disini ada 5 rumah rusak total dan 1 unit terkena dampak , lalu kita rencanakan bangun rumah warga yang rusak ini, kita tunggu akses kembali normal untuk kemudian bersama sama perbaikan rumah, kalau relokasi kita masih bicarakan baik baik karena daerah desa ini tidak ada tempat datar,” imbuhnya

Lebih lanjut Bupati menyebutkan Bantuan bahan logistik dari pemerintah Kabupaten Polewali Mandar disalurkan sesuai kebutuhan Masyarakat . Petugas pun inventaris dokumen penduduk yang rusak untuk kemudian di koordinasi ke OPD terkait.

Pemerintah mendistribusikan bantuan rehabilitasi rumah rusak sebanyak Rp.10 juta setiap Kepala Keluarga korban bencana di Kecamatan Tapango. Melalaui Dinas Kesehatan bantuan pangan dan obat obatan berupa susu, ibu hamil dan bayi serta , masker tersalur. Paket mie instan di salurkan pula komunitas masyarakat diberikan langsung kepada masyarakat Desa Kalimbua.

Andi Afandi Rahman Kepala BPBD Kab.Polewali Mandar menyebut empat hari hujan secara berturut turut menyebabkan air meluap dan terjadi longsor . Namun demikian, pihaknya sedang melaksanakan identifikasi faktor penyebab yang di timbulkan banjir dan longsor bersama pemerintah Desa setempat.

“sementara kita identifikasi penyebab longsor dengan pemerintah desa , namun curah hujan empat hari berturut turut hujan memicu longsoran. Warga pun sementara mengungsi di rumah keluarga masing-masing.

Data BPBD Kabupaten Polewali Mandar melaporkan Kejadian Tanah longsor, Luapan Sungai Riso, dan Erosi Sungai Kronologi Terjadi bencana Alam Tanah longsor yang menimpa permukiman warga di Desa Kalimbua yang mengakibatkan

Rusak Berat :
Data korban Tanah Longsor
1. Papa colleng / manna
2. Papa alif / Wawan
3. Papa eni / kawaru
4. Papa waila / subuh
5. Papa paril / selle

RUSAK Ringan
Data Korban Tanah Longsor
1. Papa tasia / Amir
2. Papa Anna / Sapri

Bencana Alam Luapan sungai Riso di Desa Kurrak yang mengakibatkan terputusnya akses jalan karena Robohnya Jembatan

Bencana Alam Erosi Erosi Sungai Riso yang mengakibatkan terputusnya akses jalan ke-3 Dusun dengan
(Data korban sementara)
1. Mahda
2. Muna
3. Rima
4. Usman

Kerugian
– Kerugian personil : Nihil
– Kerugian materiel : Masih proses pendataan

Tindakan yang dilaksanakan:
1. TRC-PB, Babinsa, BPBD, TNI, Polri Kec. Tapango melaksanakan pengecekan ke lokasi.
2. Badan jalan masih tidak bisa digunakan/dilewati baik kendaraan roda 4 dan roda 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here