Selama kurang lebih 40 tahun seorang sejarawan berkebangsan Belanda, Harry Ponze, meneliti sepak terjang Tan Malaka di Indonesia.

Salah satu hasil penelitiannya yang cukup penting ialah penemuan makam Tan Malaka di pemakaman umum yang terletak di lereng Gunung Wilis, Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur.

Pada 21 Februari 2017, keluarga sempat melaksanakan proses adat dengan maksud memindahkan makam dengan cara menggali dan membawa tulang-belulang “Bapak Penggagas Republik Indonesia” ke kampung halamannya di Padam Gadang. Namun niat ini ditolak oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang beralasan bahwa Tan Malaka telah menjadi bagian sekaligus merupakan kebanggaan dan inspirasi masyarakat Kediri.

Tan adalah seorang “komunis revolusioner” tulen, ditahun 1922 Ia pernah menggemparkan panggung Kongres Komunis International (Komintern) di Moskow. Ia tampil di atas panggung dan berpidato tentang kerjasama antara komunis dan Islam. Pada moment inilah Tan Malaka mengenal sosok Vladimir Lenin, tokoh komunis yang terkemuka dari Negeri Beruang Merah.

Tan Malaka wafat pada 21 Februari 1949 setelah dieksekusi oleh anggota Batalyon Sikatan. Pada 28 Maret 1963, Presiden Sukarno memberinya gelar Pahlawan Nasional. Nama Tan Malaka kemudian memang benar-benar hilang dalam sejarah perjalanan Indonesia paska meletusnya peristiwa 1965.

Tan Malaka sejak Tahun 1922 sudah mendapatkan panggung dan berpidato secara Internasional. Ia salah satu Tokoh Nasional langka karena Para Tokoh Nasional pada Tahun 1945 belum banyak yang berpola fikir seperti Tan Malaka.

Tokoh ini sedikit misterius karena sejarawan tidak menemukan apakah Tan Malaka memiliki rumah tangga, istri atau anak, tapi ia adalah orang yang berfikir besar dan memiliki gagasan Negara Republik.

Ir Sukarno pernah mengatakan bahkan menuliskan andaikan dirinya berhalangan maka kepemimpinan menuju kemerdekaan akan diserahkan kepada Tan Malaka karena Sukarno sangat tau kualitas Tan walaupun keduanya pernah bersebrangan dalam politik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here