Buruh 

Usaha Perundingan SBSI Gagal, Buruh di Palembang Mogok Bekerja

 

PALEMBANGUsaha perundingan yang dilakukan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Palembang dengan PT. Samator Gas menemukan jalan buntu. Akibatnya, sebanyak 9 buruh bersama puluhan massa solidaritas kembali menggelar aksi mogok bekerja, Jum’at (29/9/2017).

 

Aksi hari kedua tersebut merupakan imbas dari ketidakmauan keras pihak perusahaan memenuhi tuntutan para buruh untuk diangkat dengan status menjadi karyawan tetap di perusahaan yang bergerak dibidang Gas tersebut.

 

Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera Selatan (Sumsel) Ramlianto kepada SBSINEWS.COM Jum’at (29/9) siang mengatakan bahwa usaha bipartit dan mediasi telah gagal karena bagian pengawasan tidak men follow Up pemilik usaha di PT. Samator Gas.

 

“Usaha kita memperjuangkan hak tidak dihargai. Kita sudah coba usaha bipartit dan mediasi, namun pihak perusahaan menolak makanya kami memilih untuk lakukan aksi mogok bekerja. Aksi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan dipenuhi,” katanya.

 

Tuntutan yang dimaksud adalah menetapkan status karyawan tetap kepada 9 buruh anggota SBSI.

 

“Tiga dari sembilan buruh itu yang kontraknya telah habis, kita meminta di pekerjakan kembali. Kami juga menolak sistem Outsourcing yang dilakukan pihak perusahaan karena sistemnya tidak sesuai dengan Undang- Undang ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, 9 buruh yang bekerja dibidang sopir dan operator tersebut berencana akan menggelar aksi hingga tuntutan dipenuhi maksimal hingga tanggal 5 Oktober. Jika tidak dipenuhi akan ada tindakan lebih lanjut sesuai instruksi Undang-undang.

 

Sekwil Sumatera DPP SBSI Amser Hutauruk.(ist)

 

Sementara itu Sekretaris Wilayah (Sekwil) SBSI Sumatera, Amser Hutauruk mengatakan bahwa pihaknya mendukung perjuangan teman-teman di Sumsel saat ini untuk menuntut hak.

 

“Di pusat kita juga berusaha berkoordinasi dengan Kementrian meminta agar permasalahan dengan PT tersebut segera terselesaikan dengan harapan buruh mendapatkan hak yang semestinya sesuai dengan yang telah diatur dalam Undang-undang ketenagakerjaan,” kata Amser di Jakarta.(rahmat)

 

Related posts

%d bloggers like this: