BPJS 

Aturan Jaminan Pensiun dinilai masih diskriminatif

Jakarta, SBSINews – Aturan Jaminan Pensiun dinilai masih diskriminatif. Hal itu terlihat dari masih dibatasinya peserta dan termasuk tidak mencakup pekerjaan informal. Untuk itu aturan yang telah ada perlu segera direvisi. Dilansir dari Harian Rakyat Merdeka, Rabu (27/12) Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengungkapkan bahwa sejak dimulainya sebagai program utama, pengngelolaan jaminan pensiun meningkat dengan peserta mencapai 15,28 juta pekerja dengan dana kelolaan sebesar 21,43 triliun. Kendati demikian, kemajuan itu tidak dibarengi dengan kesejahteraan nasib pekerja informal karena tidak diberikan jaminan pensiun dalam aturan ini. Tak hanya itu, Kehadiran…

Read More