Buruh SBSI 

Segudang Masalah Menumpuk, Persoalan PT Hutahaean dan SBSI Tak Bisa Diselesaikan Disnaker Tobasa

Rencananya, pertemuan akan kembali dilaksanakan satu minggu setelah pertemuan tersebut dan akan dilakukan di PT Hutahaean.

“Kami menyarankan supaya penyelesaian permasalahan itu diselesaikan di Disnaker biar lebih transparan. Namun Disnaker meminta ke kita supaya menerima permohonan dari perusahaan tersebut,” ucap Saut.

Tidak hanya itu, Saut menambahkan, pihak perusahaan juga melakukan manipulasi terhadap iuran BPJS karyawannya. Pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dipermainkan oleh perusahaan dengan memanipulasi slip gaji karyawannya.

Setiap bulannya, gaji yang diterima karyawan sebesar Rp 1,3 juta. Namun, pihak perusahaan melaporkan data gaji yang diterima oleh karyawannya kepada BPJS sebesar Rp 1,7 juta.

Mereka juga sudah melaporkan hal tersebut ke BPJS dan ke Dinas Ketenagakerjaan Tobasa. Hal ini diduga sudah dilakukan selama 10 tahun sebelum PT Askes dan PT Jamsostek bergantinama menjadi BPJS. Namun, sampai saat ini belum juga ada tindak lanjut.

“Satu lagi,pembayaran iuran ke BPJS tidak sesuai penghitungannya dengan gaji pokok yg diterima karyawan. Gaji pokok yang diterima karyawan Rp 1,3 juta tapi yang dilaporkan mereka Rp 1,7 juta. Inilah manipulasi yang dilakukan perusahaan. Dan Disnaker serta pihak BPJS mendiamkannya begitu saja,” pungkas Saut.(Nando)

Related posts

%d bloggers like this: