Buruh Opini SBSI 

Reformasi Yang Diperjuangkan SBSI Balik Arah

Ditulis oleh: Muchtar Pakpahan
Ketua Umum DPP SBSI.

Fakta Reformasi yang diperjuangkan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) balik arah:

Pertama, pada 23 Juni 2016 Ahok berkata ‘tanpa pengembang Jokowi tidak bisa jadi presiden’. Dimalamnya Ahok datang menemui presiden Joko Widodo dan dimuat dibeberapa media. Silahkan cek google.com

Kedua, pada 27 Juli 2016, Wiranto diangkat menjadi Menkopolhukam. Ini Awal reformasi balik arah.

Ketiga, sejak Wiranto menjadi Menkopolhukam, bendera FPI  menjadi berkibar seluas-luasnya dan setinggi-tingginya padahal sebelumnya telah tiarap dibuat Jokowi dan Ahok.  Sasaran FPI adalah Ahok. Silahkan juga ikuti aktivitas FPI sejak Agustus 2016.

Keempat, puncak dari keberhasilan FPI digelar nama 212, di depan umat ada 4 tokoh nasional berdiri menyampaikan salam damai bubarlah dengan damai. Mereka: Joko Widodo, Jusuf Kalla, Wiranto, dan Habib Riziek.

Kelima, Ahok dikalahkan lingkaran istana dalam pilkada DKI, JK dan kawa-kawan. Padahal SBSI Jakarta hampir 100% mendukung Ahok. Kemudian 9 Mei 2017 Ahok divonis 2 tahun penjara karena terbukti melakukan pen8staan agama. Ahok menjadi narapidana seperti saya, tetapi beda penyebab dan beda pasal. Terhadap vonis ini presiden Joko Widodo dan pemerintah tidak intervensi perkara hukum.

Keenam, kasus hukum serius, Habib Riziek menghina Pancasila dan Sukarno yang mengatakan “Pancasila 1 Juni Sukarno di pantat” tidak berlanjut, yang berlanjut adalah kasus skandal sex yang dituduhkan padanya. Kasus pribadi bukan kasus negara.

Ketujuh, fakta konstitusi, presiden membawahi penegak hukum Kapolri dan Jaksa Agung. Dua institusi itu dibawah kordinasi Menkopolhukam. Presiden wajib bersikap terhadap Pasal 1 (3) UUD: bahwa Indonesia adalah negara hukum.

Delapan, fakta tambahan waktu reformasi sedang berlangsung, FPI adalah Pasukan Pengaman Masyarakat Swakarsa yang difasilitasi oleh Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab ) Jenderal Wiranto dan Kasospol ABRI Letjen Susilo Bambang yudhoyono guna menghalangi tuntutan reformasi yang digalakkan SBSI dan Mahasiswa. Banyak yang hilang belum ditemukan hingga sekarang.  Dinamakan peristiwa Semanggi satu dan dua. Salah satu aktivis yang belum ditemukan itu adalah Adian Napitupulu.

Sembilan, apa hubungannya dengan buruh dan SBSI? Jawabannya adalah Jokowi makin dikelilingi Suhartois neolib dengan 3 Menko dan makin jauh dari Sukarnois Marhaenis 1 Menko,  paling sedikit jauh dari buruh anggota SBSI. PDIP dirugikan tapi Golkar diuntungkan.

Poin kesepulah, dari 9 fakta di atas adalah yang namanya fakta. Terhadap fakta itu boleh berbeda: tafsir, pendapat dan perasaan.

Terakhir, fakta ini saya ungkapkan untuk mencerdaskan dan mengingatkan. Kalau ada yang menyatakan provokator, berarti menambah bukti reformasi balik arah.

Related posts

%d bloggers like this: