SBSI 

Jawa Barat Akan Gelar Rakorwil, SBSI Semangati Petani Garam Bangkit Melawan Kapitalisme

JAWA BARAT – Area pertanian garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Tangenan, Kabupaten Cirebon bakal menjadi lokasi digelarnya Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Jawa Barat.

Rapat tersebut akan digelar pada, Minggu 22 Oktober 2017. Dipilihnya lokasi tersebut diharapkan akan memberikan penguatan moral social dan ekonomi bagi para petani garam di Pesisir pantai Cirebon yang belakangan ini harus bertarung dengan konflik garam yang disangkakan berkurang di pasaran.

“Para petani garam yang menjadi anggota SBSI di Pesisir Cirebon memberikan pembuktian bahwa yang terjadi bukan kelangkaan garam melainkan permainan para tengkulak dengan borong murah garam lalu ditimbun untuk memberi kesempatan garam dari luar negeri masuk,” kata Koordinator Wilayah SBSI Jabar Utuy Suyaman.

Menilik kondisi yang memprihatinkan yang merugikan petani garam dalam negeri sekaligus hingga ancaman bagi pemiskinan petani garam.

“Melalui Rakorwil kita harapkan para petani garam mampu bangkit untuk melawan kekuatan kapitalisme yg sedang mengobok-obok petani garam,” katanya

Tak hanya itu, ia mengatakan Rakorwil yang menjadi langkah akselerasi konsolidasi guna mempersiapkan SBSI kuat dan sejahtera untuk menyambut Kongres di tahun 2018.

“Seluruh DPC dan Federasi mesti kuat dan banyak anggota, handal manajemen, taat pada Ad/art serta melakukan gerakan-gerakan sosial untuk buruh dan untuk masyarakat secara luas,” paparnya.

Ini para pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Korwil Jabar.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rachmat di Cirebon mengatakan bahwa acara tersebut akan diikuti 15 utusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan empat dari Federasi SBSI se-Jawa Barat beserta dengan ratusan petani garam.

Lebih lanjut, Sekretaris Korwil Jawa Barat Yoyo Sunaryo menginformasikan Rakorwil direncanakan akan dibuka Ketua Umum DPP SBSI Prof. Mukhtar Pakpahan dengan mengundang seluruh aparatur pemerintahan Provinsi Jawa Barat beserta aparatur pemerintahan sipil dan kalangan militer di lingkungan Cirebon.

“Pada acara ini akan dilakukan terobosan-terobosan pemberdayaan buruh informal baik itu petani garam maupun sektor informal lainnya seperti yang dijelas Korwil beberapa waktu lalu,” katanya kepada SBSINEWS.COM, Sabtu (14/10).(rahmat)

Related posts

%d bloggers like this: