Buruh SBSI 

Positif Sembuh, Ketum SBSI Bertekad Wujudkan Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Buruh Melalui Welfarestate.

JAKARTA – Saya sudah sembuh dan salam solidaritas. Begitulah tulisan pesan singkat yang dikirimkan Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Prof. Muchtar Pakpahan kepada SBSINEWS.COM, Kamis (12/10/2017) sore.

Kabar gembira ia sampaikan setelah melakukan pemeriksaan rutin terhadap penyakit yang lebih dari sepuluh tahun telah dideritanya. Dalam pesan singkat itu tak lupa MP juga mengirimkan foto dirinya yang tersenyum bahagia.

Pesan singkat itupun dilanjutkannya dengan menceritakan kronologis perjuangannya melawan sakit sejak juli 2007 usai menjalani operasi prostat di Rumah Sakit (RS) Mahkota, Malaka, Malaysia.

Meski telah dioperasi, di tahun 2012 jenis penyakit yang terjadi pada reproduksi pria ia kembali membesar.

“Setiap dokter yang saya temui menganjurkan untuk operasi. Saya tidak bersedia operasi untuk kedua kali karena masih terbayang rasa sakit operasi 2007, ” katanya pria yang akrab disapa Pak MP ini.

Lebih lanjut ia menceritakan pada awal 2014 usai bermusyawarah dengan pihak keluarga MP pergi ke Penang tepatnya ke RS Lam Wah Ee.

Disana ia ditangani langsung oleh Dr. Leong Seng. Dari hasil pemeriksaan intensif ternyata dalam darahnya ditemukan angka PSA yang cukup tinggi.

“Awalnya saya konsultasi 1 kali sebulan, dilanjutkan menjadi 1 kali tiga bulan dan akhirnya dalam dua tahun terakhir dianjurkan untuk berkonsultasi setiap enam bulan sekali,” ujarnya

Akhirnya, pada pemeriksaan Kamis (12/10/2017) penyakit yang selama ini dideritanya dinyatakan oleh pihak rumah sakit dipositifkan mengecil dan tidak kanker.

“Puji tuhan positif dan tidak perlu dioperasi, asal disiplin. Saya yakin semua itu berkat doa dan dukungan keluarga beserta kawan-kawan khususnya SBSI dan GMKI,” paparnya.

Kesembuhan itu tentu membangkitkan kembali semangat dan kuat tekadnya untuk mewujudkan keadilan sosial dan mewujudkan kesejahteraan buruh melalui Welfarestate.

“Saya yakin, hal itu akan tercapai bila SBSI kuat atau buruh bersatu. Semoga Tuhan mengijinkan saya masih melihat terwujud welfarestate di Indonesia karena cita-cita Welfarestate itu saya dikomuniskan sejak Orde Baru,” harapnya.

Tak sampai disitu saja MP dengan berani menegaskan, buruh Indonesia serta secara khusus rakyat Dayak, rakyat Papua dan yang tertinggal lainnya akan tetap menderita tanpa sistem welfarestate.(rahmat)

Related posts

%d bloggers like this: