SBSI 

Pengusaha Anti Serikat Buruh, PT PAN Baruna PHK Pengurus SBSI

PT PAN Baruna melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap seorang pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). PHK tersebut diduga dilakukan karena perusahaan anti serikat buruh.

 

Koordinator Wilayah (Korwil SBSI) Provinsi Riau, Santo Lubis mengatakan, PT PAN Baruna langsung mem-PHK salah seorang penguru Dewan Pengurus Cabang (DPC SBSI) Batam karena membentuk Pengurus Komisariat (PK SBSI) di Perusahaan tersebut.

 

Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh PT PAN Baruna tersebut juga tidak memberikan hak karyawannya. Perusahaan sengaja melakukan PHK dengan beralasan tidak menggunakan tenaga karyawan tersebut.

 

“PT PAN Baruna ini melakukan PHK karena mereka anti dengan Serikat Buruh, karyawan yang di PHK ini kebetulan pengurus di DPC SBSI Batam. Kemudian, pengurus ini membentuk PK di Perusahaan tempat dia bekerja. Setelah dibentuk, tiba-tiba dia di PHK langsung oleh perusahaan,” kata Santo saat dikonfirmasi, Kemis (8/6/2017).

 

Menurutnya, pihak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja peda bulan Februari 2017 tidak lama setelah ia membentuk PK SBSI di PT PAN Baruna.

 

Selainm itu, Santo mengatakan, mereka juga sudah dua kali melakukan Bipartit dengan pihak perusahaan sebanyak dua kali. Namun, pihak perusahaan bersih keras tidak membayarkan pesangon pengurus DPC SBSI tersebut.

 

“Kita sudah dua kali bertemu dengan pihak perusahaan dan mereka menolak memperkerjakan kembali dan menolak melakukan pembayaran atas PHK,” ucap Santo.

 

Santo menambahkan, PT PAN Baruna dianggap tidak paham undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Untuk itu, mereka akan melaporkan hal tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan Kota batam pada minggu depan.

 

“Rencananya Minggu depan Kita akan laporkan hal ini ke Dinas Ketenagakerjaan,” Ucapnya.

Related posts

%d bloggers like this: