Buruh SBSI 

Mengecewakan, Hasil Mediasi Berbeda dengan Isi Anjuran Disnaker Makassar

JAKARTA – Rentetan permasalahan anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dengan pihak PT. Eastern Pearl Flour Mills (EPFM) di Makassar kian pelik. Setelah beberapa waktu lalu melakukan mediasi, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar hari ini telah mengeluarkan surat anjuran yang isinya dinilai merugikan pekerja, Rabu (11/10/2017).

Dalam surat itu, Disnaker Makasar menganjurkan tiga poin terkait dugaan Like and Dislike yaitu, pada poin pertama ditulis agar pimpinan PT. EPFM memberikan kompensasi kepada Ahmad Erry Yulianto sebesar 18 bulan gaji dan yang kedua Ahmad Erry Yulianto dapat mempertimbangkan dan menerima uang kompensasi tersebut.

“Dipoin ketiga, agar pihak PT. EPFM maupun Ahmad Erry Yulianto memberikan jawaban tertulis selambat-lambatnya dalam jangka waktu 10 hari kerja setelah menerima surat anjuran,” tulis surat yang ditanda tangani langsung oleh kepala Dinas Ketenagakerjaan A. Irwan Bangsawan dan Baso Pallawanaga dan Kahar selaku mediator.

Menanggapi surat tersebut Ahmad Erry Yulianto mengaku kecewa dengan kinerja Disnaker Makassar yang dinilai merugikan pihaknya.

“Pendapat dari Disnaker waktu mediasi sangat berbeda dengan isi surat saat ini, saat itu Disnaker menjanjikan dipekerjakan kembali karena alasannya jelas karena permasalahan suka dan tidak suka dari salah seorang direktur perusahaan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Ahmad Erry mengatakan bahwa ia menolak anjuran tersebut dan akan menyurati kembali pihak pemerintah, Disnaker dan perusahaan jika perlu.

“Dalam surat ini ada beberapa keterangan yang dihilangkan. Ini merugikan termasuk Insentive saya yang ditahan. Sampai sekarang saya belum di PHK dan belum terima surat PHK, tapi Dinas memberi anjuran untuk di PHK,” ujarnya.(rahmat)

Related posts

%d bloggers like this: