Buruh SBSI 

Memprihatinkan, Perusahaan Sering Abaikan Aspek Kemanusiaan Buruh Perempuan

Jabar, SBSINews – Kepala Bidang (Kabid) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jawa Barat Ir. Diana Ramadiany menilai pihak perusahaan sering mengabaikan aspek-aspek kemanusian buruh prempuan.

Hal itu diungkapnya saat menggelar berdiskusi bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Selasa (14/11/2017).

“Kondisi perburuhan (perempuan.red) sangat memperihatinkan dari aspek penghormatan sisi kemanusiaan meski dari aspek kesejahteraan buruh di Jabar meningkat dilihat dari kenaikqn UMK setiap tahunnya,” Diana Ramadiany.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat hamil dan menyusui, perusahaan banyak yang tidak menyediakan layanan yang memadai.

“Jangan sampai ada buruh perempuan melahirkan di tempat kerja atau saat melahirkan tak punya biaya”, tegasnya.

Maka dari itu, Kabid mengajak SBSI Jabar bekerjasama dalam rangka memperbaiki kondisi perburuhan di Jawa Barat dengan mengadakan pelatihan khusus buruh perempuan bersama para pimpinan perusahaan.

“Agar perempuan dijaga harkat, martabat dan kesehatannya. SBSI saya ajak berbuat nyata untuk mereka”, paparnya.

Sementara itu, Ketua Korwil SBSI Jabar, Utuy Suyaman, menyambut baik gagasan tersebut dan bersedia menjadi pelaksana pelatihan untuk buruh perempuan tersebut.

“Kita akan undang seluruh DPC yang jumlahnya sudah 15 dan 62 PK untuk menjadi peserta dan akan mengajak serikat buruh lain serta APINDO agar berpartisipasi aktif sehingga mampu menggerakkan perusahaan untuk mengikuti pelatihan”, katanya.

Senada dengan hal itu, pelatihan nantinya menurut Bendahara SBSI Jabar, Surahmat akan dilaksanakan padabulan Maret 2018.

“Rencananya kita akan buat pelatihan akbar selama 3 hari yang melibatkan para ahli, pengamat perempuan dan praktisi ketenagakerjaan”, ungkapnya.

Dalam pertemuan antara Disnakertrans dan SBSI Korwil SBSI Jabar tersebut, juga disepakati tentang eksistensi 15 DPC dan 62 PK SBSI di Jabar.

Tak hanya itu, dibahas juga jalinan kerjasama program tentang tertib pencatatan, diskusi bulanan dengan Disnakertrans serta membangun kerjasama pendidikan dan pelatihan bersama.

“Ini point inti hasil pertemuan, dan baru kali ini Korwil Jabar melakukan kerjanya dengan Disnakertrans Provinsi, kata Sekretaris Korwil Jabar, Yoyo Sunaryo. (Syeftiyani Alief).

Related posts

%d bloggers like this: