Buruh SBSI 

Ini Keganjilan Dalam Pengumuman Bakal Calon Hakim Ad Hoc Yang Dirilis KY

JAKARTA – Penjaringan bakal calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang akan ditempatkan di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) telah melalui tahap seleksi Administrasi.

Sebanyak 12 kandidat calon hakim Ad Hoc PHI dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan 51 dari Unsur Serikat Pekerja atau Serikat Buruh telah dinyatakan lolos. Namun dalam surat pengumuman dengan Nomor: 08/PENG/PIM/RH.04/10/2017 yang dirilis Komisi Yudisial (KY) Selasa (10/10/2017) itu kembali ditemukan keganjilan.

Setelah dipelajari kembali, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang juga salah satu bakal calon hakim dari unsur SP/SB, Sardo Marianda Manulang kembali menemukan indikasi kecurangan.

Sebelumnya, dalam surat pengumun itu tidak dilampirkan asal SP/ SB yang mengusulkan bakal calon hakim itu.

Satu lagi dugaan kecurangan yang terjadi adalah terdaftarnya calon hakim dari unsur Apindo yaitu Reytman Aruan yang memiliki jabatan Kasubdit Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Kementrian Ketenagakerjaan RI.

“Reytman hingga saat ini masih aktif di Kemenaker, dia diusulkan oleh APINDO, yang jadi pertanyaan adalah bisakah Kasubdit PPHI Kemenaker merangkap sebagai anggota APINDO. Poin yang dilanggar adalah nomor ke 10 poin d dan h,” katanya.

“Komisi Yudisial patut disalahkan karena telah kita ingatkan agar mematuhi Putusan MA 378K dalam Audiensi beberapa waktu lalu. Sikap SBSI adalah menggugat kedua Lembaga tersebut lewat Jalur Hukum karena telah membantu dan melanggar putusan MA 378,” kata Sekretaris Jenderal SBSI Andi Naja FP. Paraga di Jakarta, Kamis (12/10). (rahmat)

Related posts

%d bloggers like this: