Buruh Database Gallery Opini SBSI 

DEKLARASI SBSI

Ditulis oleh: Prof. Muchtar Pakpahan

Pada 25 April 1992, sebanyak 107 peserta Pertemuan Buruh Nasional di Hotel Cipayung, Bogor mendeklarasikan berdirinya sebagai Serikat Buruh Sejahtera indonesia (SBSI).

Dari 107 deklarator itu beberapa diantaranya Muchtar Pakpahan, Suko Walyuo, Sabam Sirait, GusDur, Harry Santoso, Asmara Nababan dan Sunarti. Sebanyak 90 orang merupakan pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dari semua tingkatan yaitu PUK, DPC, DPD dan DPP.

Deklarasi tersebut mempercayakan saya menjadi Ketua Umum, Alip Raga Ismed menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari (DPP SPSI) dan Sunarti salah seorang Ketua dari PUK SPSI.

Ide mendirikan SBSI diawali dari pengalaman menjadi pembela buruh dan rakyat miskin semenjak tahun 1978 baik murni sebagai Pengacara maupun dari dalam SPSI.

SPSI sebagai sebuah Serikat Buruh tidak berdaulat, tidak demokratis, tidak mandiri dan tidak independen. Serta bila ada kasus buruh misalnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menimpa anggota, SPSI ditingkat DPC dan DPD maupun DPP tidak membela anggota malah membela pemerintah dan membela pengusaha.

“Prof. Muchtar Pakpahan: Karya SBSI mensejahterakan buruh Indonesia.”

Sementara ABRI bisa ikut campur hubungan perburuhan. Keadaan SPSI seperti di atas dapat saya pahami karena pemerintah Orde Baru memprakarsai berdirinya SPSI, bukan untuk membela buruh melainkan membantu pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, didukung mutlak perlu stabilitas politik dengan pendekatan security approach.

Pertengahan tahun 1990, keadaan buruh Indonesia saya kemukakan kepada GusDur dan Rachmawaty Sukarnoputri. Sedangkan Sabam Sirait bersama Suko Waluyo kami sama-sama pengurus Yayasan Forum Adil Sejahtera yang membela buruh.

Sebenarnya Suryadi Ketua Umum DPP PDI ikut beberapa kali diskusi, tetapi demi kelancaran namanya tidak diikutsertakan. Akhirnya kami sepakat mendirikan sebuah Serikat Buruh yang berdaulat, demokratis, mandiri dan independen, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang dilandasi semangat Nasionalis, Sukarnois dan Marhaenis.

Tanggal 25 April 1992, lahirlah SBSI memulai karya mensejahterakan buruh Indonesia.

Ilustrasi Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur .(ist)

 

Related posts

%d bloggers like this: