Buruh SBSI 

Assalamu’alaikum Menjadi Salam SBSI

Ditulis oleh: Prof. Muchtar Pakpahan

Jakarta, SBSINews – Usai penutupan Pertemuan Buruh Nasional 26 April 1992 di Hotel Cipayung, beberapa orang Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) terpilih, ‘ mengadakan pertemuan bersama GusDur.

Ada dua pembicaraan ringan. Pertama Jadwal rapat pertama dan agendanya. Kedua, Salam SBSI.

Nomor 1 disepakati rapat pertama SBSI diadakan Senin 27 April bertempat di FAS, Jalan Pramuka. Bagian 2, apa yang cocok untuk salam SBSI.

Selama acara Pertemuan Buruh Nasional salam yang dipergunakan Merdeka. Ada juga Assalamualaikum dan ada juga Selamat Pagi.

Lalu GusDur menjawab, kita pakai saja Assalamualaikum. Toh itu sudah menjadi Bahasa Indonesia yang artinya Salam Sejahtera. Cocok dengan nama Serikat Buruh Sejahtera Indonesia.

Pada Rapat Senin 27 yang berlangsung di FAS, selaku Ketua Umum, saya menyapa dan membuka rapat DPP SBSI dengan menyapa “assalamualikum” dijawab kawan-kawanan “walaikumsalam”.

Kemudian DPP menetapkan kopsurat SBSI yang di dalamanya ada logo dan itulah logo SBSI yang sekarang. Logo itu dicetakkan oleh Siti Musdalifah, Bendahara DPP. Selanjutnya DPP memutuskan langkah-langkah konsolidasi.

Itulah sebabnya sejak awal Assalamualaikum salam pembukaan dan sapaan  pertemuan di internal SBSI, yang menurut  Kamus Bahasa Indonesia Purwadarminta artinya Salam sejahtera.

Related posts

%d bloggers like this: