Buruh SBSI 

Karyawan Diancam Akan di PHK Jika Bergabung Dengan SBSI

Tasikmalaya, SBSINews – PT. Asia Plaza di Tasikmalaya diduga berusaha melakukan Pemberangusan Serikat Buruh (SB) dan Serikat Pekerja (SP) atau yang lebih dikenal dengan Union Busting.

Upaya yang dilakukan adalah berupa menghalang – halangi untuk berdirinya Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan (FIKEP) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Tasikmalaya.

Manajemen Mall atau Plaza terbesar di Tasikmalaya itu mengancam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) jika karyawannya bergabung dengan SBSI.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC FIKEP SBSI Kota Tasikmalaya, Dani Martin disela-sela kunjungan aparat Intelkam Polres Kota Tasikmalaya ke kantor SBSI Kota Tasikmalaya, Rabu 15 November.

Pada kesempatan itu juga hadir Ketua Koordinator Wilayah SBSI Jawa Barat, Utuy Suyaman didampingi Bendahara Korwil SBSI, Surahmat.

“Kita bertekad melawan Union Busting itu sesuai mekanisme dan aturan yang ada,” tegas Dani Martin.

Cara yang akan ditempuhnya tersebut berupa gerakan demonstrasi, menempuh jalur Bipartit dan Tripartit serta mempidanakan pihak Asia Plaza yang telah melanggar Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan dalam hal menghalangi berdirinya serikat buruh di perusahaan tersebut.

Menanggapi hal itu Korwil Jabar, Utuy Suyaman bertekad akan membantu sepenuhnya DPC FIKEP Kota Tasikmalaya dalam upaya perlawanan.

Bahkan, Bendahara Korwil SBSI Jabar, Surahmat juga bersedia membantu logistik jika perlawanan dilakukan secara masif dalam bentuk demonstrasi.

Dalam pertemuan ini pihak Intelkam Polres Tasikmalaya mengharapkan agar gerakan perlawanan yang dilakukan SBSI tetap kondusifitas dan tidak mengganggu operasional buruh lainnya.

Dan pihak kepolisian, berjanji akan membantu pengamanan agar upaya yang dilakukan SBSI agar terhindar unsur-unsur yang akan memecah belah. (Syeftiyani Alief).

Related posts

%d bloggers like this: