Buruh Opini SBSI 

MENILAI BERHASIL TIDAKNYA SEORANG PRESIDEN

JAKARTA – Pasal 9 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menuliskan sumpah atau janji Presiden:” ..memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya.

Tugas utama Presiden adalah memegang teguh UUD dan menjalankannya. Berhubungan dengan tujuan negara untuk kepentingan seluruh rakyat, maka yang terpenting dikerjakan Presiden sekaligus menjadi alat ukur keberhasilan Presiden secara lengkap adalah:

Pertama, apakah hukum sudah ditegakkan, apakah rakyat merasakan keadilan dan kepastian hukum. Amanat passl 1 (3) UUD.

Kedua, apakah semua penduduk sudah mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak dari pekerjaannya. Amanat Pasal 27(2).

Ketiga, apakah semua penduduk disemua wilayah merasakan ada jaminan kebebasan beribadah. Amanat Psl 29.

Keempat, apakah masih banyak buta huruf atau tidak tamatan Sekolah Menengah Ppertama (SMP). Amanat Pasal 31.

Kelima, apakah masih banyak pengemis, fakir miskin, sakit, cacad dan disable. Amanat Psl 34.

Keenam, apakah masih banyak tidak memiliki rumah sehat, apakah orang sudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Amanat Psl 28.

Secara prinsip 6 butir diataslah cara mengukur berhasil tidaknya seorang Presiden. Bukan pertumbuhan ekonomi, bukan panjangnnya infrastruktur, dan juga bukan se sederhana menikahkan anak.

Alat ukurnya musti sama yakni UUD 1945, datanya diusahakan sama, kesimpulannya boleh beda tergantung posisi dan interest masing-masing.(Prof. Muchtar Pakpahan)

Related posts

%d bloggers like this: