Buruh SBSI 

Ini Hasil Seleksi Kualitas Penjaringan Hakim Ad Hoc PHI Untuk Mahkamah Agung RI

JAKARTA – Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia (RI) akhirnya merilis hasil nama- nama seleksi tahap kedua (kualitas) yang berhak untuk mengikuti seleksi tahap ke tiga (kesehatan dan kepribadian) penjaringan Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk Makhkamah Agung,  Rabu (1/11/2017).

Kendati Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) telah menggugat KY, karena disinyalir menentang dan melawan putusan MA No.378K yang menyatakan bahwa Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) sudah tidak diakui lagi secara hukum. Namun KY tampaknya bersikeras dan tetap meloloskan sejumlah nama yang diusulkan serikat buruh tersebut. Sementara itu, tiga nama calon hakim Ad Hoc yang diusung SBSI dinyatakan lolos.

Terdapat tujuh nama yang lolos dari perwakilan unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan 20 calon hakim dari unsur Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB).

Dalam surat pengumuman yang ditanda tangani oleh Ketua KY, Aidul Fitriciada Azhari, disebutkan bahwa nama-nama calon Hakim Ad Hoc itu lolos seleksi kualitas berdasarkan keputusan rapat pleno KY pada 31 Oktober 2017.

Nama-nama yang lolos dari unsur Apindo adalah Adrinaldi (Advokat), Daryanto (Komisaris PT Mitra Pengusaha Indonesia), Endang Susilowati (Advokat), Erwin (Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jambi), Nurmansyah (Hakim Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Medan), Reytman Aruan (Kasubdit Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan RI) dan Sugeng Santoso Pudyo Nugroho (Dosen Luar Biasa).

Sementara itu, dari unsur SP dan SB adalah Abdul Rahman, (Leader PT. Panasonic Healthcare Indonesia), Agung Nugroho (Pimpinan Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Agung Nugroho & Partners), Daulat Sihombing (Advokat/Konsultan Kantor Hukum Daulat Sihombing), Dessy Sunarsi (Kepala Pusat Studi Gender/Koordinator Kegiatan Kemahasiswaan Universitas Sahid Jakarta Universitas Sahid Jakarta), Elias Hamonangan (Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Pekanbaru), Elisabeth Imelda Jachja (Advokat), Ganang (Sekretaris PC FSPM Kab Bekasi), Harris Manalu (Advokat), Hasan (Advokat), Hotlan Pardosi (Sekretaris LBH FTA Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Jilun (Advokat di LBH SBSI Sumatera Selatan), Juanda Pangaribuan (Advokat Law Office Juanda Pangaribuan & Associates), Junaedi (Ketua Bid. Advokasi PP FSP PAR-SPSI), Mahdalena (Waldl Sekretans PD FSP PP – SPSI Prov. Lampung).

Selanjutnya, Muhammad Haedir (Advokat/ Pembela Umum dan Pengurus Serikat Pekerja Federasi Perjuangan Buruh Nasional) Paruhan Sianturi (Deputi Presiden Konfederasi Seiikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSl), Sardo Maiiada Manullang (Advokat/Pengacara LBH SBSI), Tri Endro Budiarto (Advokat Kantor Hukum Endah Puspitasari dan Partners), Yoesoef Moesthafa (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta) dan Zen Mutowali (Staf PT. Biidgstone Tire Indonesia)

Terakhir dalam pengumuman itu juga dituliskan bahwa nama-nama diatas berhak mengikuti seleksi Kesehatan dan Kepribadian dengan rincian, Asesmen Kepribadian dan Kompetensi tanggal 27 hingga 28 November 2017, di Kantor Komisi Yudisial RI, Jakarta, Tes Kesehatan tanggal 29 dan 30 di Pusat Kesehatan Angkatan Darat RSPAD Gatot Subroto, Jakarta dan Keputusan Kelulusan Seleksi Kualitas bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

“Calon Hakim Agung yang lulus seleksi kualitas tetapi tidak mengikuti seleksi kesehatan dan kepribadian dinyatakan gugur dan peserta diminta mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu keberhasilan/kelulusan dalam proses seleksi,” ujarnya.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: