Buruh SBSI 

Terdakwa Meneteskan Air Mata, Edwar Mengaku Bersalah Dihadapan Majelis Hakim

JAKARTA – Terdakwa Edwar Marpaung meneteskan air mata saat menjalani sidang lanjutan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media Informasi dan elektronik terhadap Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Selasa (24/10/2017).

Ia tampak beberapa kali menunduk dan mengusap air matanya saat penasehat hukum terdakwa memberikan pertanyaan perihal apa alasan terdakwa membuat status di media sosial facebook itu.

“Saya merupakan Sekjen dan ketua Konsolidasi di Konfederasi Seriakt Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan sudah tanggung jawab saya memberikan penjelasan kepada anggota perihal yang terjadi di Internal organisasi,” katanya.

Kendati demikian, dari awal persidangan majelis hakim yang diketuai Khadwanto dengan tegas mempertanyakan kebenaran keterangan yang diberikan terdakwa kepada penyidik dan terdakwa Edwar menjawab bahwa keterangan itu benar namun ada beberapa keteragan dan alat bukti yang tidak lengkap sehingga terkesan ngambang.

Saat ditanya majelis hakim perihal kata MP yang ia maksud dalam statusnya itu menurutnya adalah nama seseorang di Internal KSBSI.

“Ia adalah orang atau seorang sosok musuh di internal KSBSI dan kata Profesor ditujukan pada orang yang sama dengan alasan tidak layak untuk diikuti,” katanya di Ruang sidang Prof. Oemar Seno Adji di PN, Jakarta Timur.

Meski bersikeras kata MP yang ia maksud bukanlah Muchtar Pakpahan diakhir persidangan terdakwa kepada majelis hakim mengaku bersalah telah menuliskan status tersebut dan merugikan pihak lain.

Usai mendengarkan keterang terdakwa, majelis hakim Khadwanto selaku Hakim Ketua didampingi Tirolan Nainggolan dan Popop Rizanta sebagai Hakim Anggota menunda persidangan satu minggu kedepan tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2017 dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: