Buruh SBSI 

Grand Launching PT. SMI Phase II, Harapan Baru Untuk Hidup Lebih Sejahtera

JAKARTA – Perhelatan Grand Launching PT. Samudera Marine Indonesia (SMI) Phase II berjalan dengan sukses. Dengan demikian perusahaan tersebut resmi menjadi perusahaan galangan kapal terbesar se- Indonesia saat ini.

Bersamaan dengan kemajuan tersebut tentu banyak harapan besar yang tertompang terkhusus bagi kalangan buruh dan pekerja di perusahaan tersebut untuk mendapatkan hidup yang lebih layak dan sejahtera dimasa yang akan datang.

Pihak Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dihadiri langsung oleh Ketua Umum yaitu Prof. Muchtar Pakpahan didampingi DPP Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan (FIKEP) Ventje Parera mengatakan bahwa saat ini ada sebanyak 570 anggota SBSI yang menggantungkan hidup untuk menafkahi keluarganya di perusahaan tersebut.

Usai mengikuti prosesi tersebut, Ketua Umum SBSI melalui Ketua DPP Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Ventje Jonatan Parera kepada SBSINews.com mengabarkan bahwa dengan diresmikannya PT. SMI diharapkan akan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan menambah kesejahteraan buruh terkhusus bagi anggota SBSI.

“Dengan diresmikannya Phase II tersebut PT. SMI menjadi galangan kapal terbesar se-indonesia tentu banyak yang menaruh harapan besar agar perusahaan lebih memperhatikan nasib para buruh dan pekerjanya, ” katanya.

Dikutib dari inilahbanten.co.id, Selasa (24/10/2017), Grand Launching yang dihadiri Wakil Gubernur Banten yaitu Andika Hazrumi dalam sambutannya mengatakan agar dengan semakin majunya Industri di Provinsi Banten sejatinya sudah selayaknya dapat menyerap tenaga tenaga kerja local secara optimal.

“Banyaknya Industri di Provinsi Banten belum dapat menyerap tenaga kerja local secara optimal. Permasalahan pengangguran menjadi salah satu persoalan serius yang tengah dihadapi Provinsi Banten, sehingga pengentasan persoalan tersebut menjadi salah satu prioritas kami,” katanya.

Lebih lanjut, Andika mengungkapkan secara garis besar Perindustrian di Provinsi Banten cukup banyak yang terbagi disejumlah Kabupaten Kota, namun hingga saat ini fakta tersebut tidak membuat perubahan secara signifikan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten, khususnya bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

“Kami membutuhkan dukungan Kementrian Perindustrian agar dapat mendukung penuh program kerjasama link and match antara SMK dan Industri untuk terus ditingkatkan. Kami berharap Menteri bisa mendorong industri yang ada di Banten untuk segera merealisasikan program kerjasama SMK-Industri atau factory teaching untuk meningkatkan keterampilan siswa lulusan SMK yang terampil agar siap bekerja pada sektor industri,” ujarnya.

Tak sampai disitu saja, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten masih menghadapi permasalahan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2017 sebesar 7,75 %, masih tertinggal dari angka TPT Nasional sebesar 5,33%. Dalam hal ini, dirinya lebih menekankan pada lulusan SMK lantaran dari 462.000 orang pengangguran, 13,33 % diantaranya berasal dari SMK.

“Berdasarkan catatan Kementrian Perindustrian jumlah galangan kapal di Indonesia telah mencapai sekitar 334 galangan kapal yang tersebar di seluruh Indonesia dengan meyerap tenaga kerja sebanyak 43.000 orang. Pemerintah Provinsi Banten berharap kepada PT. SMI bisa mengembangkan berbagai Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebagai wujud kepedulian dan berperan serta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan galangan kapal, khususnya pembangunan sumber daya manusia.(ist)

 

Related posts

%d bloggers like this: