Buruh Opini SBSI 

LAPORAN IMAGINASI KEADAAN INDONESIA DARI MUCHTAR PAKPAHAN

Kepada yth
Dr. Ir. Soekarno, proklamator/presiden I RI
di Sorga.

Dengan segala hormat saya ingin melaporkan keadaan Indonesia sekarang.

Pertama, tentang kegiatan saya sebagai Sukarnois saya sudah aktif mewujudkan cita-cita Bung Karno yaitu Welfarestate dan Trisakti sejak tahun 1978.

Karena perjuangan itu saya sudah 3 x dipenjarakan di Semarang, Medan dan Jakarta serta beberapa kali ditahan dan mau dibunuh. Dua alasan Orde Baru memusuhi saya.

Dengan semangat Sukarnois menulis disertasi DPR SEMASA ORDE BARU 1993 menulis PNI 1996 dan Mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Infonesia (SBSI) pada 25 April 1992.

Pendirian SBSI saya prakarsai bersama Suko Waluyo, Sabam Sirait, Rachmawaty Sukarnoputri dan GusDur serta putri bungsu Bung Karno, Sukmawaty yang ikut membesarkan SBSI sebagai kumpulan rakyat Marhaen.

Alhamdulillah datanglah reformasi dan daya bebas. Padahal saya dipenjarakan tahun 1996 pada peristiwa 27 Juli dan buku Potret Negara Indonesia yg berisikan reformasi lanjutan disertasi tahun 1993.

Kedua terkait Trisakti tidak berlanjut.
Sekarang mulai bingung mau minum air dari Perusahaan Air Minum karena airnya sudah milik Prancis dan Inggris, mau minum teh manis gulanya sudah milik Malaysia, tehnya Inggris padahal waktu Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanah Jawa, tiap hari saya melalui kebun teh Balimbingan.

Kalau mau minum susu yang dari kecil saya minum susu kerbau sapinya saat inu milik Selandia Baru, Swiss dan Belanda.

Mau makan ternyata berasnya dari Vietnam dan Thailand, padahal waktu saya anak-anak Tanah Jawa khususnya Bahjambi II, Tanah Jawa adalah penghasil beras. Sekarang sebagian besar berobah menjadi kelapa sawit karena irigasinya tidak beres.

Sebagai Ketua Umum DPP SBSI saya berkeliling ke perkebunan- perkebunan. Buruh kebun diperas. Ternyata mayoritas perkebunan swasta milik Malaysia. Indonesia menjadi kuli kelapa sawit Malaysia di rumah sendiri.

Saya temui lagi di perusahaan- perusahaan China. Buruh China dibayar mahal, buruh Indonesia sebatas UMP bahkan di bawah UMP. Manajernya Indonesia, Disnakernya dan polisinya Indonesia juga. Bahkan ada buruh China tidak punya visa kerja, kami laporkan ke imigrasi namun dinyatakan tidak ditemukan buruh tanpa visa.

Sebenarnya PT. KAI sanggup membangun kereta api cepat Bandung-Jakarta, tapi pemerintah kami menyerahkan ke China. Mereka bawa produk China dan Buruh China.

Nama harum tinggal kenangan. Waktu saya murid SMP Negeri Tanah Jawa, guru saya mengajarkan, Indonesia terkenal penghasil garam di Madura, penghasil ikan di Bagansiapiapi, penghasil tembakau di Deliserdang. Tapi sekarang tinggal kenangan, karena Indonesia menjadi pengimport.

Selanjutnya, Nasionalisme dan hukum. Ada lagi yang buat saya bingung dan pusing. Oktober 2014 saya urus E-KTP dan yang saya dapat KTP biasa karena formnya habis? Ternyata dananya dikorup menurut KPK oleh Setya Novanto dan kawan-kawan. Eeh bebas pula dari prapradilan.

Ada lagi yang sangat menekan perasaan saya. Ada yang membuat pernyataan “Pancasila 1 Juni Sukarno dipantat” dilaporkan putri bungsumu, Sukmawaty tidak dilanjutkan. Proklamator dihina.

Terakhir bagian penutup, perjuangan mewujudkan Welfarestate dan Trisakti untuk rakyat Marhaen sudah saya lakukan sejak tahun 1978 lewat jalur akademik/kampus, lewat praktisi hukum advokat, lewat ormas SBSI dan lewat seni ciptakan lagu. Lihatlah di www.youtube.com/user/muchtarpakpahan.

Bung Karno, guru saya yang terhormat. Saat ini saya umur 64 tahun. Apalagi yang dapat saya kerjakan mewujudkan Welfarestate dan Trisakti untuk menolong rakyat Marhaen. Mohon petunjukmu secara imajinasi.

Hormat saya,
Muchtar Pakpahan, Ketua Umum DPP SBSI/Advokat/Guru Besar/Seniman

Related posts

%d bloggers like this: