SBSI 

Kondisi Kekinian SBSI Di Sulbar, Kurangnya Kesadaran Berorganisasi dan Berserikat

JAKARTA – Rendahnya kesadaran masyarakat dan buruh untuk berorganisasi dan berserikat di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diakui menjadi kendala terbesar yang kini dihadapi Koordinator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) M. Rafi untuk membentuk dan mengembangkan Pengurus Komisariat (PK).

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Sekretariat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Jalan Tanah Tinggi II, Jakarta beberapa waktu lalu. Kunjungan Korwil Sulbar itu disambut Sekretaris Jenderal (Sekjen) SBSI Andi Naja. FP. Paraga.

“Saya hadir ke Jakarta dalam agenda rapat sebagai anggota Dewan Pengupahan sekaligus silaturrahmi dengan pusat. Saat ini kondisi kita di daerah memang agak kesulitan membentuk PK. Makanya saya fokus pada pendekatan dengan pemerintah terkhusus dengan Dinas Ketenagakerjaan dengan bergabung sebagai Dewan Pengupahan dan Tripartit,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan meski belum ada PK di Sulbar namun hingga saat ini telah terbentuk empat Dewan Pengurus Cabang (DPC) dari enam Kabupaten yang ada.

“DPC yang sudah terbentuk yaitu Polewali Mandar, Majene, Mamuju dan Mamuju Utara. Sementara yang belum ada DPC nya adalah Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamasa,” ungkapnya.

Kendati mengaku prihatin dengan kondisi saat ini, ia optimis dan berusaha memenuhi target sebagai peserta penuh di Kongres yang akan dihelat tahun depan.

“Di Sulbar paling banyak adalah wilayah perkebunan, saat ini ketua DPC yang sudah resmi adalah M. Aslan anwar, Muchtar, Syarifuddin Nas dan Maslim halim. Semoga dengan kerjasama target kita untuk menjadi peserta penuh akan terpenu sesuai AD/ Art SBSI,” paparnya.

Sekedar informasi Sulawesi Barat adalah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat telah diperjuangkan sejak tahun 1960. Pada masa itu pulau Sulawesi terdapat 3 (tiga) Provinsi yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Utara. Namun, pada tahun 1963 Pemekaran Provinsi di pulau Sulawesi oleh pemerintah pusat adalah pembentukan Provinsi Sulawesi Tenggara.Usulan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat tidak disetujui Pemerintah Pusat.

Perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat kembali menemukan momentumnya pada tahun 1999 pasca gerakan reformasi. Pembentukan Provinsi Baru di Indonesia seperti Terbentuknya Provinsi Banten, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Gorontalo menjadi semangat gerakan perjuangan pembentukan provinsi Sulawesi Barat.

Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat akhirnya terwujud melalui upaya massif rakyat Mandar dengan didukung oleh Anggota DPR RI melalui usulan Hak Inisiatif Anggota DPR RI tentang Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru. Tanggal 5 Oktober 2004 Provinsi Sulawesi Barat Resmi terbentuk berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004.

Ibukotanya ialah Mamuju. Luas wilayahnya sekitar 16,796.19 km². Suku-suku yang ada di provinsi ini terdiri dari Suku Mandar (49,15%), Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan suku lainnya (19,15%) seperti dilansir dari wikipedia.org, Rabu (18/10/2017). (mat)

Related posts

%d bloggers like this: