Buruh SBSI 

Ketua DPC SBSI: Surat Anjuran Dari Disnaker Makassar Mengecewakan

JAKARTA – Surat anjuran yang dikeluarkan Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar hari ini, Rabu (11/10/2017) terhadap permasalahan yang membelit Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Frans Erdy Rosmawandi dan Ahmad Erry Yulianto dengan PT. Eastern Pearl Flour Mills seakan mendukung Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi keduanya.

Padahal, Frans Erdy dan Ahmad Erry berkali-kali dalam mediasi di Kantor Disnaker Makassar menegaskan ingin tetap bekerja seperti hari-hari sebelumnya di perusahaan tersebut.

“Kami menolak surat anjuran ini, Disnaker seakan mendukung PHK yang telah terjadi tanpa mempertimbangkan kembali alasan dari penyebabnya. Dalam surat anjuran Disnaker menuliskan agar PT. Eastern Pearl Flour Mills membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja serta penggantian hak lainnya kepada saya,” kata Frans Erdy.

Lebih lanjut dituliskan juga agar Frans Erdy dapat menyetujui menerima uang pesangon tersebut diatas. Dipoin terakhir ditulis agar kedua belah pihak memberikan jawaban tertulis dalam jangka waktu 10 hari kerja.

“Kenapa Disnaker memberikan anjuran kalau keputusan di PHK adalah pilihan yang tepat. Anjuran ini sungguh mengecewakan. Jelas saya menolak anjuran karena ini tidak sesuai dengan pernyataan mereka saat melakukan mediasi beberapa waktu lalu,” kata Frans Erdy.

Sebelumnya, Ketua DPC SBSI Makassar ini sebelumnya menerima ancaman pemecatan dari manajemen karena diduga melakukan pertemuan dengan Koordinator Wilayah (Korwil SBSI) Sulawesi Selatan dan karyawan PT. Eastern Pearl Flour Mills yang merupakan anggota Pengurus Komisariat (PK) SBSI disaat jam kerja tengah berlangsung. Karena hal tersebut pihak perusahaan mengklaim telah mengalami kerugian yang cukup besar. (rahmat)

Related posts

%d bloggers like this: