Opini 

Renungan Kecil, Salam Takzim SBSI Untuk Keluarga Almarhum Gusdur

Ditulis Oleh: Sekjen DPP SBSI Andi Naja FP Paraga

Segenap pengurus dan anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menyampaikan salam takzim kepada keluarga Almarhum KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gusdur. Atas Jasa-Jasa almarhum selaku salah satu pendiri dan pengawal berdirinya SBSI pada Tahun 1992.

Tentu semua keluarga besar SBSI merasakan betapa peran mantan Presiden Ke emapat Republik Indonesia tersebut dalam masa awal SBSI. Gusdur adalah tokoh penting bagi SBSI dan kaum buruh Indonesia di era represif orde baru, karenanya mewakili keluarga besar Dewan Pengurus Pusat SBSI menyampaikan salam Takzim dan rasa kehilangan yang mendalam.

Dari tempatnya masing-masing baik anggota maupun Pengurus Komisariat (PK), Dewan Pengurus Cabang (DPC), Kooordinator Wilayah (Korwil) serta jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) SBSI dihimbau untuk berdoa menurut agama dan keyakinannya masing-masing untuk almarhum Gusdur.

Bagi SBSI Takziah dan menghibur keluarga almarhum Gusdur sama halnya menghibur keluarga besar SBSI di Seluruh Tanah Air. Bagi SBSI Almarhum Gusdur adalah SBSI dan SBSI adalah bagian dari kecintaan Gusdur. Karena itu ditengah rasa kehilangan yang begitu besar terhadap beliau SBSI menghibur diri sendiri dan menjalankan amanat almarhum untuk tetap berjuang membela kaum lemah, tertindas, terpinggirkan terutama kaum buruh.

Sikap hidup penuh toleransi almarhum Gusdur juga menjadi aikap hidup SBSI yang dijalankan oleh seluruh pengurus dan anggota SBSI pada semua tingkatan tanpa kecuali.

Peletakan dasar-dasar toleransi oleh almarhum sebagai pondasi berbangsa dan bernegara haruslah dirampungkan menjadi bangunan toleransi yang sempurna. Keluarga besar SBSI tentu akan senantiasa mengambil peran di dalamnya.

Kita sadari bahwa bangunan teransi kita baru pada tahapan penguatan pondasi. Namun penguatan pondasi toletansi bukan tidak ada tantangan, hambatan dan gangguan. Pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi bangsa Indonesia saat ini mempertahankan pondasi toleransi ditengah maraknya ujian berupa isu sara yang justru menjadi menu politik bagi para politikus baik ketika pemilu legislatif, Pilpres dan bahkan Pilkada di Kabupaten dan Kota maupun Provinsi.

Mari kita mengenang almarhum Gusdur dan menautkan rindu dan doa kita atas beliau dengan penuh harap semoga tuhan senantiasa memuliakannya dan memuliakan keluarga yang ditinggalkannya.

 

Related posts

%d bloggers like this: