SBSI 

Rapat Pleno: Bakal Ada Pelatihan Khusus Untuk Calon Hakim Ad Hoc PHI Dari SBSI

 

JAKARTA – Menindaklanjuti surat edaran dari Kementrian Ketenagakerjaan yang dirilis Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) terkait akan dibukanya penjaringan calon hakim Ad Hoc Komite Bidang Hukum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) langsung bergerak cepat.

 

Kesempatan bagus tersebut menjadi perhatian khusus Ketua Bidang Hukum DPP SBSI, James Simanjuntak. Hal tersebut terlihat saat digelarnya rapat pleno di Kantor DPP SBSI Jalan Tanah Tinggi II, Jakarta.  Secara khusus topik tersebut dibahas James bersama Ketua Umum Prof. Muchtar Pakpahan, Sekretaris Jenderal Andi Naja FP Paraga, Koordinator Wilayah Amser Hutauruk dan Gusmawati Azwar dan pengurus DPP SBSI Lainnya.

 

Dalam rapat tersebut dicapai kesepakatan bahwa Koordinator Wilayah SBSI dihimbau segera mengirimkan surat rekomendasi nama kader yang akan diusulkan mengikuti penjaringan hakim yang dalam surat edaran Kementrian akan diperuntukkan guna mengisi kekosongan hakim Ad Hoc PHI pada Pengadilan Negeri (PN) di 19 Kabupaten/Kota Se- Indonesia.

 

“Menindaklanjuti hasil rapat pleno, Komite Hukum DPP SBSI akan membuat pelatihan khusus bagi seluruh calon hakim PHI dengan nara sumber yaitu hakim dan mantan hakim Ad Hoc dilingkup SBSI. Surat rekomendasi segera ditembuskan ke DPP SBSI,” katanya kepada SBSINEWS.COM Selasa (3/10/2017).

 

“Komite Hukum DPP SBSI akan membuat pelatihan khusus

bagi seluruh calon hakim Ad hoc PHI”

Sebelumnya, hal senada juga telah disampaikan Ketua Umum SBSI, Prof. Muchtar Pakpahan di Jakarta. Pria yang akrab disapa Pak MP itu dengan tegas mengatakan bahwa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) diseluruh Provinsi diminta mendorong kader SBSI untuk maju menjadi calon Hakim Ad Hoc PHI.

 

“Penyelenggaraan akan meliputi seleksi administrasi dan tes tertulis. Dalam surat edaran Kementrian saat ini dibutuhkan 22 hakim dari Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB) serta 26 Hakim dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo),” katanya.(rahmat)

 

Related posts

%d bloggers like this: