Politik 

Prof. Muchtar Pakpahan: Tolak Ukur Evaluasi Jokowi JK Adalah Konstitusi Dan Janji Politik

JAKARTA – Guru Besar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof. Muchtar Pakpahan mengatakan bahwa kinerja ditahun ketiga Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla layak untuk selalu di evaluasi tentu dengan alat ukur yang sesuai.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pemateri dalam seminar dan diskusi terbuka di Restoran Bakoel Coffe, Cikini, Selasa (17/10).

“Alat ukur untuk evaluasinya adalah Konstitusi dan Janji politiknya untuk mengisi konstitusi itu. Dilihat dari sudut ketenagakerjaan hal yang harus digaris bawahi adalah janji menciptakan 10 juta lapangan kerja baru hingga pekerja hidup layak dengan pekerjaannya,” katanya.

Tak hanya itu saja, janji politik Jokowi yang juga diulik adalah terkait mewujudkan pendidikan seluruh warga negara termasuk anak petani, nelayan, termasuk difabel dan elemen masyarakat lainnya.

Pria yang akrab disapa dengan pak MP itu menjelaskan bahwa perhatiannya tertuju pada konsep “Upah Layak, Kerja Layak, dan Hidup Layak”, dan Jokowi juga menyatakan akan melindungi hak dan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri, khususnya pekerja migran.

Prof. Muchtar Pakpahan saat menjadi pemateri, Selasa (17/10).

“Janji Jokowi juga menyebutkan akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar” serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja“ dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah,” paparnya.

Selain Prof. Muchtar Pakpahan juga hadir Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sirajuddin Abdul Wahab, Sekjen Prodem Setyo Purwanto dan Waketum Bidang Organisasi Ardhian Sumadhijo.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: