Politik 

Guru Besar UKI: JK Keliru Bila Menempatkan Nasionalis dan Religius Dalam Posisi Berbeda

Jakarta, SBSINews – Guru besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam bidang Ilmu Hukum yang juga pejuang hak-hak buruh, Prof. Muchtar Pakpahan menilai bahwa pendapat Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla keliru.

Hal tersebut mengutib pemberitaan Antaranews.com, Kamis (16/11/2017) yang memberitakan bahwa JK berpendapat calon yang ideal mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 adalah sosok yang relegius.

“Kalau presidennya nasional, maka wakilnya harus lebih religius, itu biasa. Tapi kalau presidennya politisi wakilnya sebaiknya dari kalangan teknokrat,”kata JK menjawab pertanyaan peserta Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem di Jakarta hari ini.

Lebih lanjut, JK mengatakan berdasarkan pengalamannya di pemerintahan, peluang terpilihnya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berasal dari suku yang berbeda lebih luas.

“Harus bermacam-macam, maka pilihannya luas, karena kalau sama pilihannya sempit,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Muchtar mengungkapkan bahwa JK keliru bila menempatkan nasionalis dan religius dalam posisi yang berbeda.

“Padahal nasionalis yang sekaligus religius sangat kerap terjadi. Saya nasionalis, Sukarnois, Marhaenis sekaligus religius Kristen,” katanya kepada SBSINews.com sore ini.

Kemudian pria yang akrab disapa MP itu mengatakan bahwa menurutnya pasangan yang cocok adalah yang punya ketokohan sebagai pendekar penegak hukum.

“Itulah pendamping presiden Jokowi. Berasal dari dua posisi. Ekonomi bisnis dan penegak hukum,” paparnya. (Mat/Julio)

Related posts

%d bloggers like this: