Politik 

BEM PATUT MELAKUKAN KLARIFIKASI

Sungguhkah rencana aksi 28 Oktober di Indonesia adalah JEBAKAN TIKUS?

Aksi demo pada 28, Oktober 2017 yang mengatas namakan elemen tertentu dengan tampilan hendak menentang pemerintah harus diklarifikasi secara resmi oleh BEM Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang telah dicatut nama serta legalitasnya.

Klarifikasi itu perlu dilakukan agar semua pihak yang tidak paham jangan sampai menjadi korban.

Peringatan mantan pejabat semasa orde baru, Syarwan Hamid patut menjadi perhatian dan pertimbangan. Karen validitas informasi tersebut sudah rekan-rekan Jurnalis peroleh langsung dari lapangan.

Jika ada klarifikasi resmi dari berbagai yang terkait, utamamya BEM yang resmi di Indonesia, agaknya upaya untuk mengacaukan informasi serta membangun opini publik di negeri kita yang tengah keblinger ini tidak perlu membuat suasana semakin parah.

Meski begitu sejumlah elemen masyarakat, LSM dan organisasi buruh serta kelompok Jurnalis Independen telah menentukan sikap bahwa seruan aksi pada 28 Oktober 2017 itu semacam jebakan tikus got belaka.

Jika seruan aksi itu sungguh seperti jebakan tikus yang masif hendak dilakukan di seluruh Indonesia, maka dampak buruknya bagi warga masyarakat akan sangat buruk, utamanya bagi para mahasiswa yang kurang paham dengan peta politik mutakhir di tanah air kita.

Untuk itulah elemen, organisasi dan kelompok yang terhimpun diatas meminta BEM yang resmi di seluruh Indonesia memberi keterangan resmi dan klarifikasi yang jelas untuk warga masyarakat luas yang sejatinya siap memberi dukungan untuk semua upaya yang berpihak jelad pada rakyat.

 

Banten, 23 Oktober 2017

Ditulis oleh: Jacob Ereste

  • Atlantika Institut Nusantara
    Jurnalis Independen Bersatu
    Komumitas Buruh Indonesia

Related posts

%d bloggers like this: