Featured 

Penting, Ini Hukuman Untuk Prilaku Menyimpangan di Media Sosial

Jakarta, SBSINews – Media sosial berkembang sangatlah cepat. Sudah selayaknya kita sebagai pengguna juga bijaksana dalam menggunakannya, karena perilaku menyimpang dan penyalahgunaan dapat dipidanakan seperti yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE) No.19 tahun 2016.

Sekedar untuk diketahui, perilaku yang sering terjadi berupa akun dengan identitas yang tidak jelas, cenderung digunakan untuk hal-hal yang bersifat melanggar. Sejumlah perilaku di media sosial dapat menjerat penggunanya secara hukum.

Perilaku menyimpang tersebut diatur dalam empat pasal:

Pertama, pasal 27 UU ITE yang mengatur pelakunya bisa dipenjara maksimal 6 tahun penjara dan denda 1 milyar (Pasal 45 UU ITE). Pelanggaran yang dilakukan berupa Kesusilaan, Perjudian, Penghinaan dan Pemerasan.

Kedua, Pasal 28 UU ITE mengatur bahwa pelaku dapat dihukum penjara maksimal 6 tahun penjara dan denda 1 milyar (Pasal 45A UU ITE) terkait berita bohong (Hoax) dan ujaran kebencian.

Ketiga, Pasal 29 UU ITE mengatur bahwa pelaku dapat dipidanakan dengan dipenjara maksimal 4 tahun penjara dan denda 750 juta (Pasal 45B UU ITE) terkait pengancaman.

Keempat, pasal 30 UU ITE membagi pada tiga jenis pelanggaran dengan hukuman masing-masing. Terkait AksesIlegal akan dipidanakan dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara dengan denda Rp. 600 Juta rupiah (Pasal (46 UU ITE). Selanjutnya terkait pencurian data Elektronik akan di pidanaan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara dengan denda 700 juta rupiah (Pasal 46 UU ITE).

Bagian hukuman terberat adalah terkait peretasan System Data Elektronik dengan hukuman maksimal 8 tahun penjara dan denda sebesar 800 juta (Pasal 46 UU ITE).

Maka dari itu, marilah kita bijaksana dalam hal menggunakan dan mengelola media sosial agar bermanfaat banyak bagi kita dan juga orang lain. (syaiful)

Related posts

%d bloggers like this: