Database Entertainment Opini 

Awal Kekaguman Kepada GusDur

JAKARTA – Gusdur adalah pengundang dan penanggungjawab pertemuan Buruh Nasiaonal pada tanggal 24 sampai 26 April di Hotel Cipayung.

Sebelum pertemuan dimulai, kawasan Hotel Cipayung sudah dipenuhi ratusan aparat keamanan dari TNI AD dan Polri.

Sempat saya mendengar ada kordinasi melalui HT dari seorang petugas kepada atasannya. Dialognya berikut.

Atasan (A) Bagaimana keadaan?

Bawahan (B) aman-aman ndan.

A: Apa benar dihadiri Gajah Satu?

B: Benar ndan.

A: Gajah satu sedang apa?

B: Sedang duduk-duduk ndan, mohon arahan.

A: Ikuti aja terus Gajah Satu.

B: Siap, laksanakan.

Dugaan saya GusDur adalah Gajah satu. Pada hari pertama pertemuan Buruh Nasional tanggal 24 April 1992, GusDur tertidur dan seperti mendengkur.

Tetapi saat Suko Waluyo sebagai pembicara menyampaikan guyonan, gerr semua tertawa, GusDur ikut tertawa, dan menimpali dengan guyonan, peserta makin tertawa gerr. Tetapi kemudian GusDur tidur lagi. Kata teman-teman itulah indera keenam.

Cerita lainya, beberapa lama sebelum pertemuan Buruh Nasional, PBNU yang GusDur Ketua Umumnya menyelenggarakan istigosah nasional di parkir Senayan. Kapolri sebagai penanggungjawab keamanan menyampaikan permintaan agar GusDur menunda istigosah nasional itu.

Karena GusDur ngotot tetap melaksanakannya, pihak Kepolisian menyampaikan ancaman tidak menjamin keamanan.

Arti ancaman itu bisa pihak keamanan membuat tidak aman dengan mengirimkan pengacau  supaya ada alasan menghentikan demi keamanan.

Lalu GusDur menjawab “kami mengamankan sendiri dengan pengawalan jin”. Katanya.

Ketika berlangsung istigosah yang diikuti sekitar 1,5 juta, tersedia lokasi tertulis tim pengamanan jin.

Tentu tidak ada yang kelihatan. Dan ternyata aman, tentara dan polisi tidak ada yang berani mendekat, bahkan Presiden Suharto meninggalkan Jakarta dan beberapa petinggi penting lainnya, karena ada issu GusDur mau revolusi.

Suatu hari saya berkunjung ke rumah GusDur di Ciganjur dan sedang ada tamu Pengurus Nahdatul Ulama (NU) Jakarta Selatan. Saya bertanya kepada GusDur, apakah benar ada jin waktu istigosah itu.

Gusdur menjawab, saya mau dikadali Suharto, ya saya balik kadali dia, saya tahu Suharto takut sama jin.

Terus Pengurus NU Jakarta Selatan itu (lupa namanya) menimpali GusDur, jin itu benar saya yang kordinir. Atas pertanyaan saya dijawabnya : jin-jin itu yang saya undang jadi pengamanan itu dari Malaysia, Brunai, Mesir, Libya, Iran dan Irak. Dijelaskan juga cara membawanya.

Istigosah berjalan dengan aman dan lancar, Suharto tidak berdaya menghadapi GusDur. Acara Pertemuan Buruh Nasional 24 hingga 26 April pun berlangsung lancar karena ada GusDur, walaupun sedang dikepung ratusan TNI AD dan Polri.(Prof. Muchtar Pakpahan)

Related posts

%d bloggers like this: