Buruh 

PT. Surya Saga Utama, Nasib Pekerja di Pedalaman dan Lokasi Terpencil

Ditulis Oleh: Afif Johan

Sekretaris Umum FSP KEP SPSI

Kekayaan alam yang melimpah tidak jaminan masyarakat daerah pemilik kekayaan alam ikut sejahtera dan terlindungi. Contohnya saja Pulau Kabaena, daerah yang terletak sekitar 4 jam menyebrang dari Bombana Sulawesi Tenggara.

Pulau indah di Sulawesi Tenggara tersebut ternyata menyimpan kekayaan alam berupa nikel dan berhasil memikat daya tarik investor asing dari Rusia. Adalah
PT. Surya Saga Utama perusahaan Rusia dan smelter yang sedang dibangun adalah milik Perusahaan Cina.

Berawal dari ada dugaan beberapa pelanggaran normatif, pekerja PT. Surya Saga Utama sepakat membentuk Serikat Pekerja (SP) sebagai wadah aspirasi dan sepakat berafiliasi ke FSP KEP SPSI dan telah di SK-kan karena belum ada perangkat di daerah tersebut saya sendiri yang melantik dan pelantikannya pun dilakukan malam hari agar tidak mengganggu kegiatan produksi (bukti kami sangat menghormati Perusahaan).

Namun ternyata menjalankan hak berserikat tak mudah. Permohonan pencatatan ke Dinas Transmigrasi Bombana banyak kendala.

Pertama, Pengurus PUK SP KEP SPSI telah mendatangi langsung dan mengajukan permohonan pencatatan pada tgl 17 Nopember 2017. Namun diberikan jawaban oleh pegawai Dinas Tenaga Kerja bahwa PUK tersebut tidak perlu pencatatan karna sudah berafiliasi ke Pusat. Bahkan disarankan sebaiknya buat SPTP saja.

Kedua, sama halnya di perusahaan, keberadaan serikat masih belum diterima seutuhnya. PUK SP KEP SPSI belum dapat mewakili pekerja, belum dapat melakukan perundingan dan belum dapat melaksanakan tugas serikat pekerja sebelum pencatatan itu terbit. Sikap dinas dan Perusahaan yang cenderung sinkron.

Ketiga, selama proses pencatatan terkendala. Perusahaan gerilya yang awalnya perjanjian kerja tidak ada, kemudian dibuat belakangan dan dibikin back date bahkan ada pengurus yang di SP dengan dalih tidak masuk sehari bahkan berdasarkan informasi, upah pokok pekerja juga dikurangi/diturunkan

Keempat dari waktu ke waktu PUK follow up pencatatan, mengejutkan saat mendatangi langsung Disnaker Bombana bahwa keterangan dari beberapa pegawai Disnaker Bombana mengatakan bahwa Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bombana tidak memiliki kewenangan mencatatkan Serikat Pekerja yang berafiliasi yang punya kewenangan menurut dinas tenaga kerja Kabupaten Bombana adalah Disnaker Propinsi.
Anehnya, SPTP di Perusahaan yang sama dan dibentuk setelah SP KEP SPSI terbentuk dan terindikasi sebagai tandingan malah sudah dicatatkan oleh dinas tenaga kerja Kabupaten Bombana.

Padahal permohonannya dilakukan jauh setelah SPKEP SPSI. Sangat disayangkan semangat Kementrian menjunjung tinggi professionalisme masih ada daerah yang tidak mengikuti.

Mohon bantuan kepada Kementrian bidang terkait karena suda lebih dari 14 hari permohonan pencatatan Anggota diombang ambingkan.

Related posts

%d bloggers like this: