SBSI 

Ketua Umum: Perkembangan SBSI Tidak Seperti Yang Diharapkan

***

JAKARTA- Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Prof. Muchtar Pakpahan (MP) keluhkan lambatnya perkembangan serikat buruh tersebut. Ia menilai belum ada perkembangan yang signifikan meski kongres SBSI akan digelar awal tahun 2018.

 

Hal tersebut diungkapkannya saat menggelar rapat Pleno DPP SBSI, Senin 25 September 2017 di Sekretariat DPP SBSI di Jakarta yang membahas terkait Informasi dari DPP dan Daerah dalam hal perkembangan SBSI.

 

“DPC SBSI sudah kembali banyak di setiap daerah, namun sayangnya tidak ada Kordinator Wilayah. Diantara daerah yang masih kosong adalah di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampumg.. Jogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi sulawesi dan lainnya,” katanya.

 

Kekosongan ini terjadi tentu akibat kurangnya gema SBSI di Daerah tersebut dan banyaknya serikat buruh yang ada saat ini.

 

“Tak hanya itu saja, kurangnya riak pertumbuhan SBSI lantaran menyebarnya nama jelek yang disebar oleh oknum tertentu. Namun saat ini kita harus tegas dengan mendatangi Dinas Ketenagakerjaan bahwa hanya SBSI yang boleh memakai nama, logo dan identitas seperti keputusan Mahkamah Agung,” katanya.

 

Keuntungan bagi SBSI adalah karena saat ini baru  20 persen  buruh yang tersentus serikat pekerja. Itu artinya masih ada 80 persen yang belum belum digarap.

Rapat Pleno juga membahas terkait Persiapan Kongres VI SBSI, Laporan Komite-Komite, Progres Kasus Hukum di LBH SBSI dan lainnya.(rahmat)

 

 

Related posts

%d bloggers like this: