Buruh SBSI 

Ini Misi Besar Yang Tengah Diperjuangkan Korwil DKI

***

JAKARTA- Sebuah misi menarik tengah diperjuangkan oleh Kordianator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jandry Luhukay. Ia bertekad akan menghapuskan sistem perbudakan modern yang terjadi sektor transportasi khusunya di pelabuhan.

 

Hal itu dikatakannya kepada SBSINEWS.COM Rabu (27/9/2017) malam di Sekretariat Dewan Pengurus Pusat (DPP) SBSI Jalan Tanah Tinggi II, Jakarta. Misi besar yang sudah mulai dilakukannya tersebut diyakini akan terlaksana dengan bantuan dan kerjasama para buruh Trucking dan buruh pelabuhan dan SBSI.

 

“Sebagai Korwil DKI saya memiliki misi membebaskan perbudakan modern disektor transportasi khususnya di jasa Trucking dan bongkar muat di pelabuhan DKI Jakarta,” katanya.

 

“Hapuskan Sistem Perbudakan Modern Disektor Transportasi Pelabuhan”

 

Lebih lanjut Jandry menjelaskan bahwa fakta dilapangan dan informasi yang ia himpun yang dilaporkan buruh pelabuhan terkuak fakta bahwa sampai hari ini sejak Indonesia masih aja perbudakan yang dilakukan perusahaan yang bergerak di pelabuhan.

 

“Faktanya, para buruh Trucking dan buruh  bongkar muat dipelabuhan hanya mendapatkan gaji dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP) yaitu mereka mendapatkan maksimal dapat 2 juta 100 ribu rupaih. Itu sangat memprihatinkan,” ujarnya.

 

Tak sampai disitu saja terungkap juga bahwa teman-teman buruh yang jumlahnya lebih kurang 30 ribu itu tidak mempunyai jaminan kesehatan dan jaminan hari tua atau yang lumrah saat ini disebut BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Mereka bekerja 1 hari 24 jam tanpa ada lembur, istirahat dan juga libutr seperti yang diatur dalam Undang- Undang nomor 13 tahun 2003 pasal 1 ayat tiga tentang ketenagakerjaan,” katanya.(R)

Korwil DKI Jakarta Jandy Luhukay.(ist)

 

Related posts

%d bloggers like this: