Buruh SBSI 

Gagal Pertemuan Bipartit, Korwil SBSI Jatim Kecewa

Surabaya, SBSINews.com – Dedy Budi Febrianto, hingga saat ini masih tergeletak di Airlangga Health Science Institute (AHSI), Hospital Research Center Surabaya. Dia adalah seorang buruh di perusahaan Electronika Sharp. Namun penempatan kerja diberangkatkan melalui perusahaan Outsourshing PT. Sinar Mulya Utama.

Nasib miris kini harus dijalani dalam hari-harinya setelah menjadi korban dalam sebuah kecelakaan kerja dan penderitaannya seakan semakin bertambah saat sakit yang ia derita tidak ada pihak perusahaan yang mau bertanggung jawab sementara ia bahkan diprediksi mengalami kebutaan.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut Koordinator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Jawa Timur, Adi Wiyono bersama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Republik Indonesia (RI) pun melakukan Investigasi.

Korban – Dedy Budi Febrianto terbaring lemah di Rumah Sakit. Fto Doct. Ady Wiyono)

Alhasil, dari informasi yang diterima ternyata pihak perusahaan Sharp tidak bertanggung jawab atas musibah yang menimpa buruh bagian produksi tersebut. Pasalnya menurut perusahaan Sharp hak-hak dan kesejahteraan menjadi tanggung jawab PT. Sinar Mulya Utama selaku pihak outsourcing. Setelah diselidiki lagi ternya perusahan tersebut juga tidak bertanggung jawab.

Melihat kondisi tersebut, Adi Wiyona kepada SBSINews.com mengatakan bahwa telah disepakati akan diadakan rapat Bipartit antara pihak outsourshing dan pihak keluarga korban di Balai Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Suasana saat Pihak Desa, SBSI, LSM Garuda RI dan keluarga gagal Bipartit (Ady Wiyono)

“Kita sangat kecewa , rapat gagal karena pihak outsourshing tidak hadir tanpa alasan. Padahal pihak desa, SBSI, LSM Garuda RI dan keluarga sudah siap sebagai mediator sebagaimana amanat UU no 2 tahun 2004,” kata Ady.

Lebih lanjut dikatakannya, ketidakhadirannya tentu patut dicurigai ada yang disembunyikan pihak PT. Sinar Mulya Utama atau pihak Sharp. Fakta lainnya dari penelusuran LSM Garuda RI meyakini bahwa PT Sinar Mulya Utama adalah perusahaan fiktif. Kita bertekad membongkar kasus ini agar kesehatan, keselamatan kerja menjadi prioritas di perusahaan,” ujar Ady.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: