Dunia 

Pramila Patten: Kekerasan Seksual di Rakhine Dilakukan Militer Myanmar

International, SBSINews – Pramila Patten, perwakilan khusus Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bidang kekerasan seksual dalam konflik menyatakan bahwa para tentara Myanmar telah memperkosa kaum wanita Rohingya secara sistematis selama operasi militer di negara bagian Rakhine.

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (13/11) memberitakan bahwa sebanyak 600 ribu warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh akibat operasi militer tersebut.

“Saya sudah banyak mendengar cerita pemerkosaan mengerikan secara beramai-ramai. Akibatnya banyak wanita dan anak-anak meninggal,” kata Patten di Ibukota Dhaka, Bangladesh usai berkunjung ke distrik Cox’s Bazar.

Lebih lanjut ia katakan, bahwa dari hasil pengamatannya bahwa terdapat pola kekejaman terkhusus secara seksual terhadap wanita dan anak-anak perempuan Rihingya secara sistematis akibat etnis dan agama.

“Kekerasan seksual di Rakhine diatur dan dilakukan oleh militer Myanmar. Menurut keterangan korban yang selamat selain pemerkosaan beramai-ramai oleh bebera tertara ada pula pemaksaan telanjang di depan publik dan penghinaan serta perbudakan seks dalam penahanan militer,” ujar Patten.

Seorang korban selamat menceritakan dirinya ditahan militer Myanmar selama 45 hari. Dia berulang kali diperkosa hingga masih memiliki bekas luka, bekas memar dan bekas gigitan yang membuktikan penderitaan itu.(ist)

Related posts

%d bloggers like this: