Buruh SBSI 

Begini Nasib Pilu Pekerja Di Pabrik Gula Kota Dumai

Dumai, SBSINews – Awalnya 187 pekerja dirumahkan PT. Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) Kota Dumai, Riau. Selanjutnya, Kamis (16-11-2017) sebanyak 25 pekerja yang datang kekawasan pabrik gula itu juga tidak di pekerjakan kembali dengan alasan ada penilaian dari supervisor, namun penilaian itu tidak adil dan harga diri rasanya telah di injak-injak. Bukti nya ada beberapa pekerja yang dipanggil kembali.

“Ada beberapa nama yang dipanggil ulang pihak manajemen dengan alasan menandatangani kontrak kerja. Jadi seperti apa dan bagaimana nasib yang tidak dipanggil ulang. Kenapa manajemen pabrik gula tidak profesional, teman-teman bekerja sudah sangat profesional dan mengerti akan pekerjaannya masing-masing,” kata Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan mempertanyakan nasib pekerja di pabrik gula tersebut.

Lebih lanjut, Ia mengatakan pekerja yang datang langsung menemui Manajemen PT SMIP yaitu bagian HRD, Riza dan juga dihadir Nanda Manajemen PT SMIP Pekanbaru, Riau. Awalnya di panggil satu-satu.

“namun saya dan teman-teman masuk menerobos, langsung mempertanyakan kenapa bisa kami tidak dipekerjakan lagi dan sementara Hak Normatif kami dibayar namun tidak sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja”, tegasnya

Setelah bertemu dan diajak duduk ternyata Manajemen PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) Kota Dumai, Riau tidak mau mempekerjakan dengan alasan ada penilaian yang tidak masuk akal.

“Sementara Upah yang diterima hanya Rp. 1.500.000 seperti yang disebutkan dalam surat yang akan kami ambil nama nya uang kompensasi. Kenapa uang kompensasi? lantas sisanya kemana, apakah kami hanya ikut jari telunjuk mereka manajemen, apakah ini jaman kolonial, kenapa mereka tega memperlakukan kami seperti ini”, ujar Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan memperjelas.

Nasib pedih tersebut juga dirasakan Beni yang pertama sekali dipanggil dan di interview HRD. Ia mengatakan tidak dipekerjakan lagi dan hanya diberi uang kompensasi. Sementara katanya istrinya sedang sakit kanker. Terlebih akan berangkat berobat ke salah satu Rumah Sakit di Pekan Baru

” ada apa ini, kenapa tega sekali, ini sudah tidak manusiawi”, ujarnya

Terbukti dengan kekurangan upah yang diterima yang seharus sesuai dengan UMK Kota Dumai sejak mulai bekerja sebagai penyedia jasa seperti yang di katakan Nanda, seharusnya kita pekerja training, bukan penyedia jasa selama tiga bulan dan dua belas jam, bukan delapan jam saja.

“Mengenai yang sudah Tandatangani kontrak kerja, ada beberapa pekerja yang melanggar SOP Perusahaan pabrik gula seperti merokok, tidur saat bekerja di pabrik gula, jadi saya dan teman-teman pekerja pabrik gula, sangat merasa tidak puas indikator penilaian yang saya anggap bersifat tidak objektif dan terkesan Diskriminasi terhadap pekerja PT Sumber Mutiara Indah Perdana, Kota Dumai, Riau,” tutupnya.(ist)

Related posts

%d bloggers like this: