Buruh 

Bakal Ada 144 Nominasi Calon Hakim Ad Hoc PHI

Pendaftaran dibuka pada 6 hingga 19 Oktober 2017

Dasar pelaksanaan surat No. 42/KMA/HK.01/06/2017 tanggal 20 Juni 2017. 

JAKARTA – Sebanyak 84 orang peserta penuhi undangan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dalam hal Sosialisasi Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), di ruang Trihdharma, Kementrian Ketenagakerjaan RI, Selasa (3/10/2017).

 

Sosialisasi yang digelar selama dua jam itu dikomandoi langsung Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial (KKHI) Aswansyah bersama Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri (PPHI) John Daniel Saragih.

 

Direktur KKHI Aswansyah kepada peserta sosialisasi menginformasikan bahwa lamaran pendaftaran calon Hakim Ad-Hoc PHI diberikan pada panitia seleksi daerah yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Provinsi,.

 

“Pendaftaran dibuka pada 6 hingga 19 Oktober 2017 pada jam kerja. Penutupan penerimaan berkas pelamar pada tanggal 19 Oktober 2017 pukul 15.00,” katanya.

 

Sementara itu dalam salah satu materinya Direktir PPHI John Daniel Saragih mengatakan terkait dasar pelaksanaan penjaringan calon hakim Ad Hoc tersebut.

 

“Dasar pelaksanaannya adalah Surat Ketua Mahkamah Agung kepada Menteri Ketenagakerjaan c.q Dirjen PHI dan Jamsos Nomor 42/KMA/HK.01/06/2017 tanggal 20 Juni 2017 terkait kekosongan posisi Hakim Ad Hoc Hubungan Industrial di sejumlah Pengadilan Negeri yang mengamanahkan Kementerian Ketenagakerjaan unttuk segera mengadakan rekrutmen Hakim Ad Hoc PHI untuk mengisi formasi yang dibutuhkan agar tidak mengganggu jalannya proses peradilan,” katanya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan tes tertulis akan dilaksanakan di kantor/ instansi yang bertanggung jawab di bidang Ketenagakerjaan di 34 Provinsi di Indonesia.

 

“Nantinya akan ada sebanyak 144 nominasi. 66 orang dari unsur SP/SB dan 78 orang unsur APINDO. Jumlah itu 3 kali lipat dari kebutuhan Hakim Ad Hoc PHI yang dibutuhkan oleh Mahkamah Agung (MA). Maka dari itu peserta diminta mengabaikan pihak – pihak yang menjanjikan dapat membantu keberhasilan atau kelulusan dalam proses seleksi karena nantinya semua akan di tentukan MA.(rahmat)

Related posts

%d bloggers like this: