Buruh Opini 

Hidup Semakin Miskin, Petani Indonesia Tidak Bahagia

Laporan Badan Pusat Statistika (BPS) soal Indeks Kebahagiaan Indonesia 2017 mengungkapkan Indeks Kebahagiaan Indonesia menempati nilai 70,69 pada skala 0 – 100. Dalam laporan tersebut dinyatakan hidup perdesaan tidak lebih bahagia daripada hidup di perkotaan. Ditilik dari karakteristik wilayah, indeks kebahagiaan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan.

 

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih menuturkan, bila mengacu pada perkembangan kemiskinan di perdesaan dan juga nilai tukar petani (NTP) Juli 2017 yang tidak menggembirakan, laporan BPS tersebut tidaklah mengejutkan. Sementara anggaran sektor pertanian sebesar Rp 50 triliun per tahun tidak memberikan hasil yang berarti bagi peningkatan produksi pertanian dan kehidupan petani di Indonesia.

 

“Sementara janji pemerintah untuk melaksanakan reforma agararia, sesuai dengan RPJMN meskipun hanya berupa redistribusi tanah 9 juta Ha, dan redistribusi hutan 12,7 ha bagi orang miskin dan petani kecil pun belum terlaksana hingga saat Presiden Jokowi membacakan pidato nota keuangan dan paparan APBN 2018 di sidang MPR,” katanya di Jakarta, Senin (21/08/2017).

 

Indeks kebahagiaan masyarakat perdesaan yang notabene sebagai petani di pusat-pusat produksi pertanian selalu lebih rendah dari perkotaan. “Akibatnya dunia pertanian semakin ditinggalkan oleh keluarga petani menuju perkotaan atau luar negeri menjadi buruh migran,” ujar Henry.

 

Menurut dia, selama kurun waktu 2015-2017, terdapat penurunan jumlah tenaga kerja pertanian, dari 40,12 juta jiwa ke 39.68 juta jiwa. Sementara dari hasil sensus pertanian 2013, kurang lebih 5 juta kepala keluarga pertanian meninggalkan sektor pertanian dan dari kurun waktu 2003-2013.

 

Meski demikian, kehidupan sosial di perdesaan tetap menampakan kerukunan, kekeluargaan dan kolektifitas dibandingkan dengan kehidupan perkotaan dengan individualnya.

 

“Oleh karena itu saatnya untuk pembangunan kembali koperasi sebagai lembaga ekonomi kolektif perdesaan sebagai upaya meningkatkan indeks kebahagiaan orang-orang di perdesaan,” katanya.

 

Henry menambahkan, masih dalam suasana memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 ini, SPI mengingatkan kembali kepada Presiden Jokowi untuk menyegerakan pelaksanaan reforma agraria dan mendistribusikan tanah kepada petani kecil dan tak bertanah.

 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indeks Kebahagiaan Indonesia Tahun 2017 mencapai 70,69 pada skala 0-100. Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017 merupakan indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi, yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).

 

Kepala BPS, Suhariyanto menerangkan, Indeks Kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding Indeks Kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan, yaitu 71,64 dibanding 69,57.

 

“Dilihat dari ketiga dimensi penyusun Indeks Kebahagiaan, penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan secara konsisten memiliki indeks yang lebih besar dibanding di wilayah perdesaan,” katanya.(Roy)

Related posts

%d bloggers like this: