Buruh 

Di Batam, Mulai Marak Pemberangusan Serikat Buruh

Dari Kota Industri Pulau Batam, Kepulauan Riau, upaya pemberangusan berserikat bagi buruh kian marak. Upaya union busting yang dilakukan pihak perusahaan itu terus terjadi dengan melakukan kriminalisasi dan pemecatan kepada pengurus serikat buruh.

Koordinator Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kepulauan Riau, Santo Lubis mengungkapkan, seperti yang terjadi di PT Panca Rasa Pratama atau PT PRP Batam, telah terjadi upaya union busting dengan melakukan pemecatan terhadap Sekretaris SBSI Batam Rio Naiputulu.

Menurut Santo, selama ini memang, perusahaan itu dikenal anti organisasi buruh. “Bahkan, pencatatan serikat buruh atas PRP Grup ini tidak kunjung dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Batam, alasannya ya masaih melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan,” ujar Santo Lubis, Selasa (7/2/2017).

Hingga kini, lanjut Santo, untuk PT PRP Grup saja, terdapat sebanyak 35 anggota SBSI yang tiap hari mengalami intimidasi dan melarang berserikat buruh.

“Anggota SBSI di PT PRP Group berjumlah 35 orang terintimidasi dan terancam akan di PHK apabila bergabung dengan SBSI. Ini terbukti dengan diHK-nya Saudara Rio Napitupulu yang juga sekretaris DPC Batam dan Ketua PK SBSI PRP Group,” ujar Santo.

Dengan demikian, dia mendesak aparatur pemerintah dan aparat hukum menidak tegas perusahaan yang melanggar hukum dengan melarang buruh berserikat.

“Atas nama Korwil SBSI Kepri kami menilai tindakan PT PRP Group terhadap anggota kami adalah tindakan union busting,” tegas Santo.(Roy)

Related posts

%d bloggers like this: