Buruh SBSI 

Tak Kunjung Temui Titik Terang, Buruh di Batam Demo ke Disnaker

Batam, SBSINews – Perjuangan buruh di Batam tak kunjung menemui titik terang. Para buruh yang berasal dari Pengurus Komisariat (PK) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) PT. PAN Baruna dan PT. Startmara Pratama itu pun mendatangi Disnaker Kota Batam, Selasa (5/12/2017).

Pada bulan Oktober lalu para buruh ini telah melakukan aksi damai di depan perusahaan masing-masing namun pihak perusahaan menentang bahwa tuntutan mereka dan memilih menyelesaikan secara hukum melalui Pengadilan Hubungan Industrial.

Koordinator aksi Rio Fernando Napitupulu yang juga sekretaris DPC SBSI Batam dan juga Ketua PK PT. PAN Baruna kepada SBSINews.com mengatakan bahwa melalui Disnaker para buruh menuntut agar perusahaan membayarkan pesangon karyawan yang telah di lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak tanpa alasan yang masuk akal.

“Kami juga menuntut pihak perusahaan mempermanenkan karyawan yang sudah dilakukan kontrak berulang-ulang dan membayarkan upah lembur selama bergabung diperusahaan serta mempekerjakan karyawan kembali. Kami juga menolak menolak Union busting dan jika ini tidak dipenuhi perusahaan kami menuntut agar Disnaker membekukan ijin perusahaan,” kata Rio.

Hingga berita ini diturunkan para buruh masih menggelar aksi dan belum ada tanggapan dari Disnaker Batam terkait tindak lanjut dari tuntutan para buruh ini.

Sebelumnya, usaha perundingan pertama ditolak perusahaan dan mengancam akan meladeni di PHI dan jika tuntutan buruh menang baru akan dibayarkan.

Tuntutan para buruh selaras dengan apa yang telah diatur Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Sementara itu Ketua SBSI DPC Kota Batam, Jhonner Sirait, mengatakan, setiap tahun, kedua perusahaan itu selalu memperpanjang kontrak karyawan dan banyak lagi UU Ketenagakerjaan yang dilanggar.

“Setiap menjelang akhir kontrak, kalau tidak kontrak baru, pasti digilir di dua perusahaan tersebut. Mirisnya, setiap habis kontrak karyawan harus mengeluarkan uang Rp 500 ribu agar bisa kembali bekerja,” kata Jhonner.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: