Buruh 

Hanif Dhakiri: Kecelakaan di Kosambi Akan Jadi Prioritas URC Kepengawasan

Jakarta, SBSINews – Unit Reaksi Cepat atau disingkat dengan URC resmi dikukuhkan Mentri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Kantor Kemnaker RI, Kamis (30/11/2017).

Tujuan dibentuknya agar pengawasan ketenagakerjaan lebih optimal, efektif dan bermanfaat bagi pemangku kepentingan (stakeholder).

Sebanyak 300 pasukan itu terdiri dari 100 orang pengawas ketenagakerjaan Kemnaker, 50 pengawas DKI Jakarta, 100 pengawas Jawa Barat dan 50 pengawas Banten.

“UU ketenagakerjaan sudah menjamin hak para pengawas ketengakerjaan untuk masuk ke lokasi kerja dan memastikan penerapan norma-norma ketenagakerjaan,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa URC Pengawas ketenagakerjaan akan diterjunkan untuk mengatasi kasus-kasus ketenagakerjaan baik terkait mogok kerja, unjuk rasa maupun kecelakaan kerja.

Sebagai contoh, kecelakaan kerja terjadi di Duri Kosambi Tangerang beberapa waktu lalu akan menjadi prioritas penugasan.

Pihaknya sudah meminta Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker Sugeng Priyanto, agar URC pengawas ketenagakerjaan bisa masuk ke industri-industri yang menggunakan bahan baku berbahaya (B3).

Pasca kecelakaan industri B3 di Kosambi, pihaknya telah membentuk tim untuk mengevaluasi seluruh industri yang menggunakan B3.

“Hal ini untuk menghindari peristiwa serupa yang menelan banyak korban jiwa. URC ini bisa membantu masuk ke industri B3 di berbagai daerah, Ini terus kita tindaklanjuti untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan kerja kata Menteri Hanif.

Menteri Hanif juga meminta agar URC pengawas ketenagakerjaan segera merespon secara pro-aktif apabila manemukan kasus ketenagakerjaan, agar masyarakat tidak menunggu pelayanan dari pemerintah.

Related posts

%d bloggers like this: