Buruh SBSI 

Sistem Perbudakan Modern, PT. FKS Di Meja Hijaukan

Jakarta, SBSINews – Gugatan Perselisihan Hubungan Kerja terhadap buruh yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT. Fajar Kasih Sejahtera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Klas I A Khusus terus bergulir. Kamis (30/11/2017) sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan kesimpulan.

Sementara itu pada sidang terakhir Kamis (16/11/2017) telah dilakukan pemeriksaan saksi ahli yang menghadirkan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof. Muchtar Pakpahan.

Dalam keterangannya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Wiwik Suhartono dengan Hakim anggota Heri Hartono dan Mas Muanam, Prof. Muchtar mengungkapkan bahwa permasalahan tersebut tergantung status hubungan kerja yang disepakati kedua belah pihak.

“Kalau statusnya mitra kerja, tentu perkara ini tidak boleh diselesaikan melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI.red). Kalau itu mitra kerja, otomatis antara pengusaha dengan pekerja statusnya setara, yaitu sama-sama mencari dan berbagi keuntungan,” katanya.

Kasus Perselisihan hubungan kerja tersebut berawal dari di PHK nya dua buruh Truckking berinisial SP dan S yang telah bekerja hampir selama 20 tahun di PT Fajar Kasih Sejahtera.

“Supir Tracking di perusahaan tersebut tidak ada gaji, tidak menerima upah. Mereka hanya mendapatkan uang kehadiran sebesar 50 ribu dan uang per Retase 10 ribu,” kata penasehat hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Hechrin Purba didampingi Jandry Luhakay dan Ebit Pardede

Lebih lanjut dijelaskan sistem yang dinilai tidak wajar ini berlanjut lagi dengan di PHK pula 5 buruh dengan cara dan alasan yang tidak jelas dari pihak perusahaan.

“Kepada buruh Truckking, selama ini perusahaan selalu menerapkan kontrak kerja 2 tahun terus menerus,” katanya.

Sebelumnya pihak pekerja sudah mengadukan terkait pelanggaran hak normatif kepada pengawas tenaga kerja dan pengawas sudah mengelurkan nota pemeriksaan yang pada intinya telah adanya pelanggaran oleh PT. FKS

Ini adalah praktek perbudakan modern yang terus berkembang, kami menuntut agar pihak perusahaan mempekerjakan kembali para korban pada posisi dan jabatan semula.

“Kami menuntut pihak PT. FKS patuh dan taat pada salinan nota pemeriksaan yang telah dikeluarkan pengawas Ketenagakerjaan, ” kata Hechrin.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: