Buruh 

Korwil Sumut: Pihak Kepolisian Harus Lakukan Pengusutan Secara Maksimal

JAKARTA – Gudang petasan dan Kembang api di Komplek 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong Kecamatan Kosambi Kabupaten Tanggerang di lalap sijogo merah, Kamis (26/10/2017).

Kabar memprihatinkan itu menjadi tontonan utama dan liputan utama di media massa. Malangnya puluhan Buruh ikut menajdi korban yang mana meninggal dunia dan juga mengalami luka-luka.

Nicholas sutrisman,SH selaku ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk melakukan pengusutan secara maksimal penyebab utama insiden meledaknya pabrik tersebut.

“Banyak buruh yang menajdi korban, publik harus tahu penyebab pasti dan kronologi terjadinya kebakaran, ini menjadi bukti kelalaian berbagai pihak dan khusus bidang kepengawasan,” katanya seperti dilansi dari sbsi01sumut.blogspot.co.id

Kepada SBSINews.com, Nocholas Sutrisman mengabarkan bahwa insiden tersebut salah satu buktibelum maksimalnya kinerja Kepengawasan Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI).

“Jika benar ini karena kelalaian K3 Hanif dhakiri layak dicopot dari jabatan Menteri Ketenagakerjaan RI sebagai bentuk pertanggung jawaban karena korbannya adalah nyawa pekerja dan buruh,” ujarnya.

Jika Kepengawasan tidak tanggap maka buruh akan selalu jadi korban sementara penegakan hukum perburuhan tidak ditegakan karena lebih mengutamakan kenyamanan investor.

Nicholas sutrisman selaku ketua korwil sbsi sumut dan Arsula gultom selaku ketua federasi pertanian,perkayuan dan kehutanan sbsi sumut mewakili seluruh anggota sbsi di sumatera utara menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya rekan rekan buruh dalam insiden meledaknya pabrik petasan di Kosambi, Tangerang.(ist)

Related posts

%d bloggers like this: