Buruh 

Aksi Damai Buruh Riau, Gubernur Janji Akan teruskan Tuntutan Ke Pusat

SBSINEWS – Keputusan pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang membatalkan revisi Rencana Kerja Usaha Pemenfaatan Hasil Kayu Hutan Tanaman Industri tampaknya telah melukai hati ribuan massa kalangan pekerja dari PT. Riau Andalas Pulp and Paper (RAPP) yang kini tidak lagi beroperasi.

Akibatnya, Senin (23/10/2017) sejak pagi Kantor Gubernur Riau pun diserbu guna menyampaikan aspirasi dan keluhan para pekerja.

Ribuan massa menggunakan bendera, kertas bertuliskan tuntutan dengan dikomandoi sejumlah mobil menggunakan pengeras suara bergerak hingga di depan kanan pagar masuk kantor gubernur.

Orasipun disampaikan di bundaran Tugu Zapin tepatnya bagin depan Kantor Gubernur Provinsi Riau. Aksi damai para buruh itupun mendapat respon positif dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman yang menemui secara langsung para buruh atau pekerja RAPP di depan kantornya Jalan Sudirman. Dikutib dari Tribun Pekanbaru, Gubernur sepakat bahwa apa yang menjadi tuntutan massa aksi akan diteruskan.

“Aspirasi bapak dan ibu sudah kami terima. Akan kami teruskan (ke Pusat), Kita sama-sama berdo’a semoga apa yang menjadi keinginan kita dikabulkan pemerintah pusat,” sebut Gubernur.

Dalam sebuah Relis yang disebar melalui pesan WhatsApp menuliskan bahwa sejak dibatalkannya RKU pada tanggal 16 Oktober 2017, sebagai perusahaan yang patuh hukum PT. RAPP telah menghentikan seluruh operasional  HTI. Tanpa adanya payung hukum  RKU, dengan sendirinya Rencana Kerja Tahunan (RKT) tidak berlaku, hal ini didukung oleh  pendapat pakar hukum tata usaha negara.

Dampak pembatalan ini adalah berhentinya seluruh kegiatan di HTI  PT. RAPP seperti kegiatan pembibitan,  penanaman, pemanenan dan pengangkutan di seluruh areal operasional PT RAPP yang terdapat di 5 Kabupaten di Propinsi Riau, yaitu Pelalawan, Kuantan Sengingi, Siak, Kampar dan Kep. Meranti.

Pesan tersebut mengkalim bahwa Investasi yang telah dilakukan hingga saat ini telah mencapai +/- Rp. 85 triliun.  Demi mendukung program hilirisasi  industri pemerintah  (Downstream), kami  telah melakukan investasi baru dengan membangun pabrik kertas dan Rayon (Tekstil)) yang mencapai +/- Rp. 15 triliun, sehingga total investasi dari  hulu sampai ke hilir mencapai +/-Rp. 100 triliun.

Namun, pada sebuah surat yang juga dikirmkan tertanggal 22 Oktober 2017 oleh Robert Sitorus hari ini tertulis Himbauan untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa. Surat tersebut bernomor: 190/rapp-dir/x/2017 yang ditanda tangani Direktur PT RAPP Mhd. Ali Shabari.

Ada apa dibalik aksi damai ini sejatinya masih menyisakan tanda tanya, namun kendati demikian aksi damai tersebut mengundang perhatian gubernur setempat untuk datang menyikapi langsung apa yang terjadi.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: