Bursa Kerja Buruh 

Sandiaga: Jika UMP Terlalu Tinggi Dunia Usaha Akan Kesulitan

JAKARTA – Teka – teki terkait polemik Upah Minimum Provinsi (UMP) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta untuk tahun 2018 terus menjadi tanda tanya. Pasalnya, memulai tugas awalnya pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Anis dan Sandiaga dihadapkan dengan tuntutan untuk menaikkan hingga Rp.4,1 juta.

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengklaim bahwa angka itu terlalu tinggi dan akan sangat berdampak tidak baik pada dunia usaha.

Hal itu dikatakannya beberapa hari lalu menanggapi tuntutan para buruh yang mendesak Pemerintah DKI Jakarta untuk menaikan UMP menjadi Rp 4,1 juta di ahun 2018.

“Jika terlalu tinggi, dunia usaha akan sulit untuk menyesuaikan dan imbasnya akan berdampak pada angkatan kerja baru yang akan sulit mendapat pekerjaan,” katanya.

Lebih lanjut, wakil Gubernur terpilih itu enggan mengomentari besaran UMP sebesar Rp 4,1 juta yang dituntut para buruh.

“Kami harapkan para buruh tidak menuntut upah minumum provinsi (UMP) terlalu tinggi. Kita seharusnya juga memikirkan mereka mereka yang belum bekerja,”ujarnya.

Meski bersikeras tak menanggapi tuntutan para buruh itu, Sandiaga tetap membuka akses komunikasi dengan pemimpin organisasi Serikat Buruh (SB) dan Serikat Pekerja (SP) untuk menjalin diskusi atau hal lainnya.

Dikutib dari cnnindonesia.com, Minggu (21/10) Sandiaga Uno mengaku belum mengetahui kisaran angka UMP DKI Jakarta 2018 yang harus ditetapkan pada 1 November 2017 mendatang.

“UMP terlalu tinggi, bisa berdampak buruk bagi dunia usaha, sebaliknya jika terlalu rendah karena biaya hidup semakin tinggi. Perlu pertimbangan yang matang agar tidakada pihak yang merasa kesulitan nantinya,” paparnya.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: