PADANG, SBSINewsKegiatan  potang balimau merupakan budaya yang bernuansa agamis,  turun temurun menjelang pelaksanaan ibadah puasa, sikap bersih-bersih diri dan silaturrahmi telah mentradisi setiap tahun sejak puluhan tahun yang lalu di masyarakat Minangkabau.

Namun seiring berjalannya waktu, tradisi potang balimau sudah keluar dari khasanah budaya yang agamis membangun silaturrahmi antara masyarakat dengan perantau

Tradisi potang balimau saat ini sudah menjadi pertemuan muda-mudi, mandi berpasang, saling memadu kasih. Sehingga Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan maklumat haram hukumnya tradisi balimau bagi masyarakat yang seperti demikian.

Salah satu acara alek potang balimau yang masih lestari sampai saat ini yaitu alek potang balimau di Nagari Pangkalan, kabupaten 50 kota, Provinsi Sumbar.

BACA JUGA: http://sbsinews.id/menyambut-ramadhan-bpjs-ketenagakerjaan-bukittinggi-gelar-pasar-murah/

Dalam alek potang balimau di Nagari pangkalan,  selain mandi-mandi bersama, saling silaturrahmi juga ada perlombaan antar jorong pembuatan kapal dan penampilan lainnya. Merupakan semangat meningkatkan kreatifitas terutama dikalangan generasi muda.

Oleh Karenanya, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyampaikan,  pemerintah provinsi Sumbar menyatakan kegiatan alek potang balimau di Pangkalan merupakan budaya yang patut dilestarikan, sebagai kegiatan wisata agamis yang menjadi event daerah di Kabupaten Limapuluh Kota. Yang sampai saat ini masih terjaga ke asriannya

“Generasi muda kita harus diajak terus berbuat, untuk memiliki pestasi bagus, melahirkan pemikiran yang mesti jadi acuan.  Memasuki era teknologi tidak diharapkan terpengaruh globalisasi ini dan tradisi ini perlu diteruskan, sebagai bahagian dari pembangunan karakter dan moment kebanggaan anak nagari Pangkalan” ujar Wagub Nasrul Abit, Rabu, (16/5/2018)

Dijelaskan Wagub, saat ini dinas pariwisata provinsi bersama pemkab Limapuluh Kota akan membahas pengembangan wisata Geoprak Harau dengan kegiatan melalui lomba sepeda,  kuliner dan lain-lain

Di kabupaten Limapuluh Kota,  ada tiga lokasi wisata yang dapat kembangkan,  Kelok Sembilan,  Harau dan Padang Mengatas yang menjadi tujuan wisata daerah. Dan direcanakan pula pembangunan menara dengan pakak lif di kelok sembilan

“Serta yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mau dan ikut serta memajukan dunia pariwisata daerah dengan menjaga kebersihan lingkungan,  kenyamanan,  keamanan bagi siapa saja yang datang kedaerah lokasi wisata tersebut” jelas Wagub.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here