Buruh SBSI 

Aksi Buruh di Palembang, Mogok Kerja dan Unjuk Rasa Mengecewakan

Mogok kerja dan Unjuk Rasa Tak Temukan Solusi dari Perusahaan dan Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

SBSINEWS – Kondisi buruh di Palembang yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin memprihatinkan. Meski aksi mogok kerja sudah berjalan selama satu minggu lebih, nasib para buruh tersebut semakin menderita tanpa ada perkembangan akibat pembiaran yang dilakukan pihak perusahaan PT. Samator Gas Industri serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin.

 

Merasa semakin kecewa dengan terus diabaikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin dan PT. Samator Gas Industri, pada Kamis (5/10) para buruh bersama Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menggelar aksi unjuk rasa dengan berorasi didepan perusahaan yang bergerak dibidang industri gas tersebut.

 

Aksi unjuk rasa yang digelar sejak pagi hari menggerakkan massa lebih kurang sebanyak 70 karyawan bersama relawan/simpatisan buruh dengan membawa kertas-kertas yang berisi tuntutan bertuliskan, kerja 4 tahun cuma diakui 2 tahun, pekerjakan kembali teman kami yang telah di PHK, Menolak sistem Outsourcing, jadikan kami karyawan tetap dan lainnya.

 

Lambannya pergerakan dinas diikuti dengan sikap perusahaan yang terus-terusan mengabaikan nasib para buruh itu seakan menjadi penderitaan anggota SBSI Palembang tersebut.

 

Ketua SBSI Palembang Ramlianto kepada SBSINEWS.COM mengatakana bahwa aksi sebagai bentuk kekecewaan tersebut tetap saja tak ditanggapi pihak dinas maupun perusahan.

 

“Hingga saat ini tak ada satupun dari dinas maupun pihak perusahaan yang mendatangi kami apalagi melakukan pengawasan,  kami dibiarkan menderita dan usaha kami tak dihargai,” (rahmat)

 

Related posts

%d bloggers like this: