Dunia 

FPR: Kami Punya Kekayaan Alam, Namun Amerika dan Negara Punya saham Yang Menikmati

Papua, SBSINews – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat (FPR) menggelar aksi Long March menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua. Mereka meminta agar para wakil rakyat tersebut membuat pernyataan sikap terkait polemik yang terus berkembang, Kamis (23/11/2017).

Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar pemerintah segera menutup PT. Freeport Indonesia dan pemerintah juga bertanggung jawab atas pemberitaan palsu “Hoax” yang gencar dimuat media lokal dan media nasional.

“Kami punya harta kekayaan alam yang melimpah, namun yang menikmati adalah Amerika dan beberapa negara yang punya saham. Kami juga mempertanyakan kenapa warga pribumi Papua yang ada diareal PTFI sejak puluhan tahun tiba-tiba saja TNI dan Polri semena-mena mengungsikannya, ” kata Koordinatr aksi Seppy Bussup.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tuntutan lainnya adalah agar pasukan TNI dan Polri segera keluar dari areal PTFI serta negara harus mencari solusi terhadap keberadaan PTFI.

“Kami juga menuntut agar saham sebesar 6.51 persen PTFI harus kasih kepada masyarakat Papua, pemberitaan terkait warga Kimbeli dan Banti yang diungsikan karena ditawan itu palsu. Agenda utama kami hari ini adalah terkait pribumi asli Papua yang sudah sekian lama tinggal di pinggiran tambang raksasa Amerika tiba-tiba diungsikan ke Mimika.

Aksi Long March FPR Papua.(ist)

Terakhir kami warga pribumi yang meminta jaminan hidup dari negara seperti apa?

“Itu skenario yang dimainkan oleh TNI/POLRI tapi di dalamnya ada penguasa yang sedang bermain. Bahkan ada beberapa wartawan yang sudah lama sekali di Papua dan di Timika tidak pernah bisa masuk di areal PTFI, karena keamanan jaga ketat kok berita seperti itu ?,” paparnya.

Kedatangan massa aksi demo yang berakhir dengan duduk bersama dihalaman depan kantor DPRP itu disambut langsung Ketua DPRP Yunus Wonda yang menyatakan menerima aspirasi tersebut.

“Katanya, beliau menerima aspirasi ini, ia akan membentuk Pansus DPRP terkait masalah PTFI dan mendorong ke pusat,” papar Seppy kepada SBSINews.(mat/julio)

Aksi duduk bersama FPR Papua.(ist)

Related posts

%d bloggers like this: