Dunia 

Dibalik Suksesnya Evakuasi Warga Desa Binti dan Desa Kimbley

Jakarta, SBSINews – Suasana evakuasi warga Desa Binti dan Desa Kimbley, Tembagapura, Mimika, Papua yang terisolir dan dikuasai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mencekam.

Dalam sebuah vidio amatir terlihat puluhan Ibu-ibu yang tengah menggendong dan mendampingi anak-anak mereka berjalan dengan langkah terburu-buru dijalan tanah basah.

Disisi kiri dan kanan anggota gabungan TNI – Polri berjaga dan turut membantu mengendong balita mereka. Namun, langkah mereka kian cepat mencari tempat sembunyi saat terdengar beberapa kali letusan senjata api dari arah hutan.

Evakuasi sebanyak 347 warga yang terdiri dari warga papua dan luar papua itu berjalan sukses tanpa ada korban satupun.

Sekitar pukul 14.00 WIT proses evakuasi berhasil dilaksanakan dan wargapun bisa dibebaskan melalui operasi penyelamatan selama 1 jam 8 menit itu.

Operasi penyelamatan yang digelar Jumat (17/11/2017), tidak dilakukan aparat sembarangan.

Dilansir dari Tribunnews.com Jumat (17/11) menyebutkan bahwa Kepala Penerangan Kodam Chendrawasih, Kolonel Muhammad Aidi, menyebut anggota TNI yang berpartisipasi dalam operasi itu, adalah gabungan dari Grup 1,2,3 dan Sat81/Gultor Kopassus TNI AD, serta Yonif-751/Raider dan Tontaipur Kostrad TNI AD.

“Pesukan Kopassus ditugaskan untuk membantu sandera desa Kimberley dan pasukan lainnya ditugaskan untuk menyerbu Desa Binti. Operasi dimuai sejak pagi hari dan padukan telah berhadul mrndekati target mading-mading tanpa diketahui penyandra,” katanya.

Lebih lanjut dituliskan juga, pasukan mulai bergerak diwaktu yang telah ditentukan melalui komando pada pukul 07.45 WIT.

Pada pukul 08.18 WIB, seluruh wilayah yang dikuasai oleh KKB sudah bisa dikuasai anggota TNI.

Semua anggota KKB yang sejak sepekan terakhir melakukan penyanderaan, kabur ke arah hutan. lalu melepaskan tembakan dari kejauhan.

Saat itu pasukan tidak melakukan pengejaran ke hutan, karena kondisi cuaca yang kurang memadai.

Setelahnya tim berhasil membebaskan sandera itu melaporkan ke Pangdam Chendrawasih, Mayjend George Elnadus Supit dan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Tak lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI – Polri, termasuk Pangdam Chendrawasih dan Kapolda Papua tiba di lokasi melaksanakan evakuasi.(mat)

Related posts

%d bloggers like this: